Halo Makassar

6:44 PM

Halooo! Ini postingan kedua tahun ini :D

***

Kalau ditanya pernah kepikiran nggak bisa main ke Makassar? Aku pasti jawab nggak. Celebes bukan tujuan utamaku tahun ini. Tujuan tahun ini simpel banget, ke Bali. Jengukin Yu Ana kesayangan satu itu. Tapi siapa sih yang bisa nolak perjalanan gratis ke Makassar?

Awalnya begitu dengar di kantor ada deal-deal-an proyek di Makassar, aku nggak kepikiran bakalan jadi salah satu tester yang beruntung. Kenapa beruntung perlu digarisbawahi-ditebalkan-dan-dimiringkan? Karena proyek satu ini bukan proyek biasa.Tapi masuk hari Sabtu selepas proyek lain, kok tersebutlah namaku untuk berangkat ke Makassar. Antara senang dan apes.

Singkat cerita, dengan persiapan kilat dan sisa-sisa energi setelah 2 minggu sebelumnya banyak proyek di kantor, akhirnya Selasa-Sabtu, 11-15 Februari 2014 berangkatlah aku dan tim ke Makassar.

Yang aku tahu tentang Makassar itu cuma sebatas kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Lalu terkenal dengan Pantai Losari, Coto Makassar, Es Palu Butung dan Pisang Ijo, Konro, Pisang Epe, makanan serba ikan-ikanan daaan Trans Studio.

Sesampainya di Makassar, sambil nahan sakit dan hampir pingsan karena kram perut selama di pesawat, aku masih bisa lihat Bandara Sultan Hasanuddin yang famous itu. Harus diakui, bandaranya bagus memang. Pas keluar dari Bandara, sempat amazing. Oh, di Makassar ada jalan tol. Oh, di sini banyak pabrik ya. Oh, di sini memang besar ya kotanya. Oh, di sini juga kenal macet ya.

Ajaibnya, kami ternyata menginap di sekitar Daeng Tompo alias Kawasan Wisata Kuliner Makassar dan dekaaat sekali dengan Pantai Losari. Dari kamar hotel pun view-nya langsung laut. Jalan kaki 5 menit aja langsung sampai. Di pinggiran Pantai Losari, ada banyak penjual Pisang Epe dan ternyata Pantai Losari ini semacam alun-alun tempat orang nongkrong kalau sore hingga malam. Kaya pasar malam gitu lah.

Hari pertama dan kedua ya cuma muter di lokasi tes dan sekitar hotel sih. Sempat nyobain Coto Makassar yang asli beli di Makassar (biasanya dulu cuma beli di belakang GO Kridosono, Yogya). Hari kedua sempat makan Nasi Kuning yang hmm... Nasinya akas, lauknya keras dan kurang cocok sama lidahku hihihi. Sempat coba Es Pisang Ijo di sana juga, tapi pisang ijonya keras, padahal kan biasanya lembut gitu. Sempat coba Pisang Epe tapi mungkin karena aku makannya udah dingin gara-gara harus nglembur laporan dulu jadi juga kerasa kurang tasty. Soal harga nggak ikut-ikut, soalnya akomodasi dan transport ngikut bos besar.

Hari ketiga nih, baru kami ke Trans Studio Mall. Sekitar jam 5 sore kami sampai dan langsung menuju ke Theme Park-nya., yang ternyata bukanya kalau weekday cuma sampai jam 7 malam. Akhirnya kami pun langsung aja masuk ke sana dan sempat main beberapa wahana, yang paling berkesan masuk ke Dunia Lain. Satu kereta cuma berdua sama teman, lalu sepanjang kereta kami cuma ngrungkel dan merem berdua sambil nyanyi dan teriak-teriak. Kalau dipikir-pikir konyol. Agak amazing dengan isi mall-nya. Banyak banget barang branded. Dan kali ini kami makan malam di Solaria sama pulang-pulang nenteng tas isi belanjaan. Biasa. Cewek.

Hari keempat, kami full di lokasi dan ngerjain laporan di hotel. Sempat makan di Lae-lae, spesialis ikan-ikanan gitu sih. Nah kali ini juga ngerasa aneh sama ikannya, rasanya plain dan kayanya ikannya cuma ditangkap langsung dibakar. Masih ada sisiknya. Aku sampai makan ikan dicocol garam, salah satu ikan yang dipesan namanya lucu, Ikan Kaneke.

Hari kelima, yang sebenarnya bukan hari terakhir di Makassar, kami sibuk cari oleh-oleh dan cari tiket pulang ke Surabaya (yang semestinya Minggu, 16 Februari pagi). Karena Bencana di Kelud, Bandara Juanda ditutup padahal kami harus segera kembali ke Surabaya. Akhirnya dibuatlah keputusan mendadak, kami pulang ke Surabaya via Denpasar naik pesawat, dilanjutkan bis, kapal, lalu kereta api. Nggak usah dibayangin capeknya...........................

You Might Also Like

0 comment(s)

Silahkan komen :)