Mudik!

10:49 PM

Assalamu'alaikum! Halo apa kabar? Udah naik berapa kilo setelah lebaran? Sebelumnya gue ucapkan Selamat Idul Fitri 1436H, mohon maaf lahir batin kalau ada salah-salah tulis di dunia maya ini :)

Post kali ini gue mau berbagi soal pengalaman mudik gue yang agak berbeda. Kali ini gue mudik dari kebun di Lampung Tengah menuju peradaban di Jogja dan lanjut ke Bumiayu. Ngulon ngetan nggak jelas kalau kata orang Jawa :p It was a long journey. Cuma dalam waktu 6 hari dan gue menempuh jarak panjang itu.

Perjalanan gue dimulai H-1 lebaran, nasib ya jadi trainee yang belum punya jatah cuti. Berangkat dari tengah kebon jam 7 pagi dijemput taksi bandara dan dengan amazing nya sampai di bandara jam 8.20, check in pun belum dibuka. Sekitar jam 9 lebih saya dan beberapa teman gue baru masuk ke ruang tunggu di lantai atas. Agak shock juga melihat cuma dua gelintir pesawat terparkir di sana. Pesawat lokal kecil pula.

Hari itu mungkin agak apes bagi gue karena bahkan flight Lampung-Jakarta aja harus delay, traffic udara juga padat kayanya. Gue yang sedianya harusnya take off jam 10.50, malah pesawat yang gue akan tumpangi baru landing jam 11an lebih alhasil sekitar jam 11.30 gue baru take off. Untungnya flight Lampung Jakarta cuma perlu waktu setengah jam. Sesampainya di Cengkareng gue langsung pindah ke Terminal 3 sambil menunggu flight ke Jogja jam 17.00. Wait, kenapa gue ngambil flight sore? Soalnya gue beli tiket pulang itu agak mepet, jadilah tinggal jam segitu yang harganya wajar, lainnya agak bikin kantong kempes. Setidaknya di Soeta masih ada yang bisa dilihat dibandingkan di Radin Inten II :)))

Saking sepinya bandara gue sampe mau-mau aja jadi obyek foto temen gue. Photo by: @felaadis

Gue udah menyiapkan mental kalau pesawat gue menuju Jogja delay, akhirnya gue memilih buat santai aja di bawah sambil ditemani teman gue (bentar doang sih ditemeninnya). Sekitar jam 4 gue baru check in, sholat dan lain-lain dulu baru ke ruang tunggu. Sampai di ruang tunggu gue shock, ternyata penuh bangeeet. Gue pun memilih ngemper, bersama banyak orang lainnya. Sekitar jam 5 lewat sedikit gue dapat panggilan untuk masuk pesawat, nyengir lebarlah gue karena gue pikir nggak akan delay lama. Sayangnya itu cuma harapan gue, gue masih harus nunggu sampe sekitar jam 18.30 di pesawat, antre take off. Gue cuma tidur aja di pesawat sampai akhirnya landing di Jogja.

Lebaran hari pertama berjalan dengan normal, open house di rumah simbah dan buka dua kaleng koktail 3 kg dari bingkisan lebaran kantor. Laris manis koktailnya hihi. Next day, gue dan keluarga berangkat ke Bumiayu, jalanan ke arah Bumiayu relatif lancar, arah sebaliknya yang masih padat merayap. Tapi ya lumayan hampir 9 jam perjalanan baru sampai. Hari ketiga lebaran perjalanan balik dari Bumiayu ke Jogja, kali ini lebih ngenes, karena jalanan masih macet. Berangkat dari Bumiayu jam 8 pagi, sampai di Jogja hampir jam 11 malam.

Keesokan harinya alias hari terakhir gue di Jogja, gue udah nggak punya tenaga buat kemana-mana. Akhirnya cuma di rumah seharian, bahkan buat beli oleh-oleh aja males. Sekitar habis Ashar baru gue keluar ketemu sama temen gue, ngopi-ngopi cantik bentar. Komen temen gue pas pertama lihat gue, "Ternyata lo nggak seitem bayangan gue." Sialan, dipikir gue kerja di lapangan apa haha. Agak maleman datanglah teman gue yang lain ke rumah. Reuni kilat pun berjalan dengan lancar.

Sekitar jam setengah 10 malam gue pun berangkat ke stasiun untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Jogja macet banget rupanya. Bye Jogja. Gue pun pindah tidur di gerbong kereta, bangun-bangun setengah 6 pagi dan udah sampai di Jatinegara. Jam 6 tepat gue sampai di Gambir, ganti baju dari baju tidur ke baju yang lebih layak lalu ke penitipan barang. Penitipan barang di Stasiun Gambir ada di dekat Pintu Selatan, biayanya Rp. 2000/jam untuk 1 barang. Karena waktu itu gue titip satu ransel dan satu box kecil, jadi cuma kena 16ribu untuk 8 jam alias dihitung 1 barang aja. Seharian itu gue jalan-jalan di Jakarta dengan tujuan utama makan Burger King! Naik turun dari satu busway ke busway yang lain. Jam 2 siang gue ambil barang di penitipan dan lanjut cabut ke Bandara naik Damri.

Kayanya dewi keberuntungan masih jauuuh banget dari gue, karena pesawat gue yang sedianya jam 17.20 delay sampai jam setengah delapan malam lebih. Lagi-lagi nggambas di bandara. Gue pun baru sampai di Lampung jam 8 lebih dan baru sampai di kebon jam 10 malam. Sampai mess langsung tidur karena besoknya harus kerja dan masuk jam 7 karena ada training. Begitulah cerita mudikku, gimana cerita mudikmu?

F.

You Might Also Like

0 comment(s)

Silahkan komen :)