Suramadu, Jembatan di Selat Madura

6:30 AM

Halooo! Kali ini saya sedang ikut 30 Hari Kotaku Bercerita, dan kota yang ingin saya ceritakan adalah Surabaya. Mungkin beberapa orang bertanya-tanya, kenapa sih Surabaya? Bukannya kamu sudah nggak tinggal di Surabaya? Ngapain cerita soal Surabaya?

Lalu kenapa Surabaya? Karena dari sekian kota yang telah saya tinggali, Surabaya lah yang paling punya makna bagi saya dan saya ingin terus mengabadikan Kota Surabaya, meskipun hanya lewat sepuluh tulisan yang dikisahkan di Bulan September ini. Jadi, mari kita kunjungi Surabaya!

***

SURABAYA. Ketika pertama kali disebutkan nama Kota Surabaya, apa sih yang terlintas dipikiran kalian? Kota Pahlawan? Bonek? Suramadu? Arek Suroboyo? Atau Walikota-nya, Ibu Risma? Oke-oke, itu bisa kita bahas di lain post dan lain tema.

Tema kali ini adalah Icon Kota. Apa sih icon Kota Surabaya? Kalau kata saya ada 2, satu sangat sering saya kunjungi (lewati) yaitu Suramadu yang akan saya ceritakan di sini. Satu lagi icon kota yang sama sekali belum pernah saya masuki, selalu hanya numpang lewat di jalan sekitarnya saja, yaitu Tugu Pahlawan. Pengakuan dosa nih, lima tahun pernah tinggal di Surabaya dan belum pernah masuk di Tugu Pahlawan. Nanti kalau ada kesempatan ke sana lagi, Tugu Pahlawan akan jadi agenda wajib untuk saya kunjungi!

source: here

Kembali ke topik. Suramadu. Saya ingat betul jembatan ini selesai dibangun dan mulai dibuka pada tahun 2009, yaitu tahun pertama saya hijrah ke Surabaya. Tepatnya dibuka dan diresmikan pada tanggal 10 Juni 2009. Hari-hari awal dibukanya jembatan ini, fungsinya malah berubah menjadi tempat wisata karena orang berbondong-bondong untuk menjajal jembatan baru yang katanya merupakan jembatan terpanjang di Indonesia. Jadi waktu itu saya mengurungkan niat untuk menjajal jembatan fenomenal tersebut.

Suramadu dibangun di atas Selat Madura, merupakan jembatan sepanjang 5438 meter yang merupakan penghubung antara Kota Surabaya dan Pulau Madura. Jembatan tersebut mulai dibangun di tahun 2003 dan baru selesai di tahun 2009. Jembatan ini dibangun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan ekonomi di Pulau Madura. Keberadaan jembatan ini memang berpengaruh cukup signifikan terhadap waktu tempuh dari Surabaya ke Madura. Kalau dahulu harus menyeberang dengan kapal, sekarang cukup lewat tol jembatan saja. Sepertinya tol jembatan ini juga satu-satunya tol yang punya lajur sepeda motor (kalau saya tidak salah :p).

Saya baru menyeberangi Suramadu sekitar satu tahun kemudian. Kebetulan saya melintas di malam hari dengan mengendarai motor bersama beberapa teman saya. Kadang kalau lagi suntuk atau random saya dan teman-teman saya menyeberang ke Madura hanya untuk ngopi di warung-warung kecil di ujung jembatan. Dahulu lampu di tengah jembatan selalu menyala, sehingga tampak indah dari kejauhan, tetapi akhir-akhir saya di Surabaya ketika lewat jam-jam tertentu lampunya tidak lagi menyala. Mungkin listriknya mahal :p
source: here

Sayangnya, ketika melintas di siang hari bukannya pemandangan indah yang bisa kita lihat, tetapi betapa kotornya lautan di bawah jembatan. Lautnya berwarna cokelat, mirip seperti warna susu cokelat. Jadi saran saya kalau baru pertama kali melintas di Suramadu lebih baik melintaslah di malam hari :p

Itu cerita dari Surabaya, mana cerita dari kota kalian?

You Might Also Like

1 comment(s)

  1. Ogitu yaah, jadi pengen foto2 di sana pas malam hari.. :D

    ReplyDelete

Silahkan komen :)