Me, Terbanggians, and Kondangan

10:10 PM

Hello...

I've been very busy lately. Banyak pekerjaan yang harus di-handle, ditambah ada beberapa hal yang membuat saya akhirnya harus hiatus lama dari dunia blog (sok sibuk doang sebenarnya sih). Lagi pula ada masanya di mana saya benar-benar tidak ingin menulis apapun. Tapi... sekarang saya malah ada di moment sedang ingin menulis tentang apapun. Padahal sedang kehilangan banyak ide. Jeleknya saya sih hampir tidak pernah mencatat ide yang terlintas. Ditambah hidup jauh dari peradaban sinyal yang mumpuni itu sangat berpengaruh signifikan terhadap mood menulis. Jadi, sebenarnya mau nulis atau nggak? Kita lihat saja nanti.

Sekarang hari Minggu, jam 9 malam. Saya lagi stuck di meja makan rumah bersama dengan segelas iced lemon tea dan mendengarkan spotify. Siap untuk mengerjakan salah satu pekerjaan kantor yang entah kenapa tidak selesai-selesai dan selalu saya tunda. Tetapi, flashdisk tempat saya menyimpan datanya malah dibawa oleh salah satu teman saya. Akhirnya saya pun memilih untuk membuka blogger dan melanjutkan paragraf pertama di atas yang sudah saya tulis sejak akhir September. Ha!

Awalnya saya ingin menceritakan kehidupan early twenties saya, but somehow sejak dua minggu yang lalu kehidupan early twenties saya menjadi tidak menarik untuk diceritakan saat ini dan takut malah membuat saya jadi baper kalau diceritakan. Jadi, saya mau cerita sedikit tentang culture di kota kecil tempat saya berdomisili sekarang, we called it as Terbanggi. Ini nih, wilayah Terbanggi lengkap dengan location saya saat ini.

Terbanggi Besar Maps by Google Maps.
Yaaap, saya memang tinggal di pinggiran Terbanggi. Bahkan lebih dekat dengan kecamatan lain sebenarnya. Terbanggi Besar merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Lampung Tengah. Luas wilayahnya 20,842 Ha dengan jumlah penduduk laki-laki 53,781 jiwa dan perempuan sebanyak 52,977 jiwa (source: wikipedia). Jadi, kalau menurut data di wikipedia tadi akurat, jika dirata-rata setiap 1 hektar dihuni 5-6 oran. Kalau menurut orang-orang, daerah ini adalah salah satu daerah rawan begal. Maka, katanya, di sini lebih menguntungkan jika kalian mengenal preman dibanding polisi.

Itu informasi geografisnya. Sekarang balik ke judul, apa hubungannya Terbanggians dan Kondangan? Sekitar 18 bulan belakangan saya lebih banyak menghabiskan waktu di kota kecil ini, saya pun mengamati banyak hal. Terbanggians sangat akrab dengan kondangan, hajatan, dan sejenisnya. Pada tahun pertama saya di sini, saya tidak terlalu banyak mendapatkan impact atas kegiatan tersebut. Undangan yang saya dapatkan masih dalam taraf wajar hanya satu atau dua saja setiap bulannya. Tetapi memasuki bulan kondangan masal usai lebaran kemarin, saya mendadak jadi kolektor undangan.

KONDANGAN | Sekitar bulan September kemarin saya mendapat belasan undangan, yang mana separuh atau lebihnya berasal dari rekan kerja di sini. Dari mulai undangan pernikahan, syukuran, khitanan, bahkan potong gigi. Uniknya untuk pernikahan, khitanan, dan potong gigi semua menyediakan pelaminan. Yaaap, saya rasa orang Terbanggi sejak kecil sudah akrab dengan pelaminan hehe. Selain pelaminan, mereka juga menyediakan organ tunggal (I don't know how to spell it) alias dangdutan lengkap dengan biduannya.

WAKTU DAN TEMPAT | Rata-rata kondangan di sini dilakukan di hari Sabtu, karena sebagian besar orang Terbanggi menggantungkan pekerjaannya di perusahaan tempat saya bekerja ataupun sister company kami. Jadi bisa dipastikan hampir semua kondangan selalu dilakukan di hari Sabtu, karena Sabtu kami hanya memberlakukan kerja setengah hari dan Minggu libur. Sehingga tamu yang datang akan lebih banyak jika diadakan di hari Sabtu mulai jam 10.00 hingga jam 21.00. Yaaa! Di sini rata-rata kondangan berlangsung hingga malam hari dan dilakukan di rumah. Bahkan jika di undangan hanya tertulis sampai selesai, itu berarti pesta baru akan selesai di malam hari. Jadi bisa sangat flexible kapan kita akan datang ke sana. Sedangkan untuk tempatnya, sudah hampir bisa dipastikan: Di rumah yang punya hajat lengkap dengan menutup jalanan sekitar rumah.

UNDANGAN | Hal yang unik lagi di sini, hampir semua undangan yang saya peroleh dari orang lokal selalu mencantumkan foto pre-wedding (ok, it's a normal thing di zaman sekarang) dan foto kedua orang tua yang punya hajat. Yaaap! F o t o   k e d u a   o r a n g t u a   y a n g   p u n y a   h a j a t. Kalau teori saya sih, mungkin karena di sini kebanyakan sasaran yang diundang adalah rekan kedua orang tua yang dinikahkan atau dikhitankankan atau potong gigi, jadi mereka mencantumkan foto orangtua untuk mempermudah pada undangan mengenali mereka. Kalau hanya nama saja mungkin salah orang. Sangat berguna untuk saya yang susah menghafal nama orang dan mudah menghafal wajah. Bisa dipastikan ketika saya mendapat undangan, yang pertama saya lihat adalah foto yang punya hajat serta waktu dan tempat.

STYLE KONDANGAN | Salah satu yang unik lagi di sini, kita tidak perlu repot mencari kostum ke kondangan unless kita kondangan di rekan dekat, jadi bridesmaids/pagar ayu/pagar betis/whatever. Bahkan untuk orang-orang processing atau buruh pabrik, banyak dari mereka yang mengenakan seragam kerja lengkap dengan safety shoes. Saya sering hanya menggunakan atasan batik, jeans, dan slip on shoes. Style tersebut saya pakai ketika kondangan terjadi saat jam kerja, atau pulang kerja. Kalau kondangan di rekan dekat dan lokasinya jauh sih kadang agak niat. Mungkin jika di rumah, saya datang ke kondangan dengan style seperti itu bisa kena omel oleh ibu saya. Hahahaha..

HIBURANAs I mentioned, kondangan di Terbanggi selalu dilengkapi dengan organ tunggal dan biduan, sehingga silahkan bagi yang merasa dekat dengan yang punya hajat untuk menyiapkan satu atau dua lagu untuk disumbangkan, sealbum pun kadang tak masalah. Bagi yang suaranya hanya enak di dengar jika pakai headset atau penyanyi kamar mandi seperti saya, pastikan untuk selalu datang berkelompok. Sehingga punya kambing hitam untuk menjadi perwakilan menyumbang lagu.

LUPA BAWA AMPLOP | Tenang, biasanya mereka menyediakan amplop di tiang-tiang pancang untuk tenda hajatan mereka. Cukup cari tiang-tiang tersebut, di sana akan digantung kotak amplop dan pena. Jadi para tamu undangan cukup menyiapkan uang, amplop pun sudah tersedia.

Actually, I've got a lot of photos about this. Lain kali mungkin akan saya lengkapi *grin*

Sekian cerita tentang Terbanggi!

You Might Also Like

0 comment(s)

Silahkan komen :)