Skip to main content

Posts

Showing posts with the label friday

Random Post

Huaaaah, lama bangeeet nggak posting di blog ini! Hampir dua bulan kali yaaa? Banyak sekali yang berubah dalam hidupku dua bulan terakhir! Dari mulai sekarang semua tentang kamu yang perlahan tapi pasti mulai mengendap dan tak lagi mengeruhkan suasana hatiku. Aku mulai baik-baik saja dan tidak kacau waktu kamu berulah. Sebulan ini semua terasa baik-baik saja, meskipun jujur kadang masih ada sesuatu yang aneh dengan keadaan seperti ini. Tapi aku senang. Aku nggak berharap muluk, aku cuma mau hari-hariku selanjutnya masih seperti sebulan terakhir ini dan lebih baik. Dan buat kamu yang ikut andil bikin aku senang kaya gini, terus kaya gini ya. Aku udah berjanji buat nggak nulis banyak-banyak tentang kamu di sini atau di manapun. Sebelum kamu tanya alasannya kenapa, aku jawab deh. Aku nggak mau cerita kita jadi konsumsi banyak orang. Kita ya biar kita aja yang tau. Jadi jangan ngiri sama yang lain yaaa :) Jadi F, kamu juga jangan iri kalau sekarang porsi tentang kamu berkurang juga d...

Seharusnya tidak ada.

Pulang dari kotamu, di perjalanan pulang aku lebih banyak diam. Mengamati jalanan lalu bertukar pesan dengan ibu dan kakakku. Sesampainya di rumah yang ingin aku lakukan hanyalah menangis. Menangis sampai tertidur lalu esok bangun dengan perasaan lebih baik Aku lelah dengan semua tentang kamu. Semua tentang kamu dulu serupa kertas tulis. Kini telah berisi tinta, tulisan, gambar, penuh coretan. Maka aku ingin berhenti menulis. Atau haruskah aku mencari kertas baru lalu mulai kembali menulis? Entahlah. Mungkin aku memang terlalu lelah sendirian. Atau mungkin bosan. Tapi bukankah memang biasanya aku selalu menyelesaikan semuanya sendiri ? Lalu apa yang berbeda dengan kali ini? Seharusnya tidak ada.

7 Juli

(09:53 pm - 11:23 pm) Setengah kotak donat, secangkir kopi dengan kadar kafein rendah, dua ponsel  yang aku aktifkan dengan modus offline (setelah mengirim satu pesan singkat kepada teman, pengakuan bahwa aku galau ), dan tab-tab terabaikan di Google Chrome . Di tengah kamar dengan suara kipas angin dan gesekan antara keyboard dan ujung-ujung jariku sebagai latar musiknya. Meninggalkan tugas yang mendesak sejenak, biarlah terabai. Toh paling esok pagi aku bisa melanjutkannya, menyelesaikannya. Tiba-tiba sejak senja tadi, kangen menghunusku pelan-pelan, namun pasti. Jingga yang menyembur di ujung birunya langit kota kita yang sibuk, menghantar siang ke malam, memberikan pemandangan yang berisikan wajahmu, tawamu dan semua tentang kamu. Membuatku mengabaikan macetnya jalanan kota yang sedang aku lewati, mengabaikan bunyi-bunyi klakson mobil dan motor yang bersahutan. Juga dua ponsel sialanku itu tak berhenti berdering. Setahun yang lalu, mungkin di jam-jam ini kita sedang berdua. Su...

Kamu dan Hujan

Sambil masih menyisakan tanggungan 200 kata untuk paper Filsafat Manusia, analisis deskriptif untuk Tes Prestasi dan 3 tanggungan belajar untuk sisa UAS, aku mencuri waktu. Mencuri waktu untuk melamun. Apalagi setelah hujan seperti ini, bau tanah selepas hujan yang selalu membuatku mendadak mellow . Mendadak ingin mendengarkan Desember -nya Efek Rumah Kaca , Singing In The Rain - nya   Jamie Cullum , It's Raining Outside - nya Soko , lalu  Mesin Penenun Hujan -nya Frau dan Hujan Bulan Juni- nya Reda & Tatyana  (ini puisinya Sapardi Djoko Damono yang dimusikalisasi  ♥ ) . Mendadak mengingat hal macam-macam, kamu, orang-orang sebelum kamu, masa-masa kecilku, atau sekedar mengingat serunya sahabat-sahabatku; random . Dibilang sedang memikirkan kamu juga nggak sebenarnya, mengingat yang lain apalagi. Kita telah terlalu lama seperti ini, lebih tepatnya aku, aku telah terlalu lama seperti ini. Aku sudah sering diam-diam melihatmu ketika sedang bersamamu, duduk di ...

I'm done!

Seriously, I'm dying inside. I'm falling apart. I'm broken into pieces. I'm done. What should I do? Tell him? Nope. I just want him to know. But I'm not gonna tell him. Never ever! Sooner or later he'll know. I'm done!

Waktu

Sambil diiringi lantunan lagu Aku Ada milik Dewi Lestari dan Arina "Mocca" aku menuliskan ini. Beberapa menit sebelum ini aku mendapati sebuah post berjudul 25 cent di draft blog ini. Aku kemudian membukanya sejenak mengingat apa isinya. Dan ketika aku berhasil membukanya aku tersentak. Kaget. Aku kemudian mencari benda itu, sebuah benda kecil berwarna silver mencolok buatan tahun '94. Dan alhamdulillah masih ada :) Rasanya aku masuk ke lorong waktu. Waktu dimana semua masih baik-baik saja. Waktu yang telah terlewat lebih dari 7 bulan lamanya. Waktu yang sudah tergerogoti tangisku, tawamu, kemesraan kamu dan pacarmu. Kali ini aku tidak memiilih kata pacar barumu. Karena rasanya sudah terlalu lama sejak kalian bersama untuk aku masih melabelinya dengan kata baru. Waktu yang mungkin bahkan telah lebih lama daripada hubungan  kita. Waktu yang seharusnya menghanyutkanku dengan berbagai peristiwa. Waktu yang seharusnya membuat luka mengering atau bahkan seharusnya sudah tak be...

Pemandangan Senja

source : here Senja selalu menyisakan banyak cerita Aku dan kamu kali ini disenja yang sama Senja di penghujung hari kelima dalam rentetan pekan Menatap wajahmu ditemaram senja Merasakan tawamu yang mengalun meninggalkan jejak nestapa Iya, aku masih terbawa dengan suaramu Aku masih terhanyut tatapanmu Dan ketika senja mulai beranjak malam, aku sadar bahwa hanya pesona ragamu yang masih tersisa Kamu telah menjelma menjadi orang lain yang tidak belum aku kenal.. 25 Maret 2011 & 15 April 2011 :)

Jingga

source : google Senja itu begitu kelabu. Mungkin jingga telah dicuri, pikirku. Tanah yang basah dan bau hujan yang khas bagai sebuah candu yang memberi efek surgawi. Damai. Angin yang bertiup seolah menyapaku, menyampaikan pesan rindu darimu. Aku membalasnya, meminta angin menyampaikan pesan balasan atas rindumu padaku. Aku juga rindu padamu. Tiga kalimat terakhir ini hanya khayalku, pathetic . Ratusan hari telah kita lewatkan bersama. Beberapa minggu kita berpisah menyadarkanku, aku merindukanmu. Merindukanmu dengan sangat, hingga aku hampir gila. Jinggaku.. Apakah kau merindukanku?

Nggerus

Nggerus adalah perasaan ketika sesuatu yang kita pengen ternyata malah jadi milik orang lain . Juga ketika kita merasa hati kita udah berkeping-keping tapi nggak ada yang bisa kita lakukan untuk membuatnya utuh kembali . Dan yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu . Menunggu sampai waktu bisa menyembuhkan, menunggu hingga ada seseorang yang bersedia memungut kembali kepingan hati kita lalu menyatukannya .

i love you anyway

Semakin lama aku semakin terlatih mengendalikan pergerakan mimik mukaku dihadapanmu. Bahkan semakin lama aku semakin membentengi diri dari dirimu, aku menciptakan pagar berduri yang tak akan pernah mampu kamu lewati dan enggak untuk aku terjang. Aku akan berusaha mematikan semua yang kiranya akan ku rasakan jauh sebelum aku merasakannya. Yeah, it's over! (bahkan sebelum dimulai..)