Skip to main content

Posts

secangkir teh dipagi hari

source : google Pagi ini hujan rintik mengguyur. Aku sedari tadi hanya memandangi hujan dari dalam rumah. Beruntung rumah ini dikepung dengan kaca-kaca lebar, bukan tembok beton. Sehingga aku bisa menikmati hujan dengan leluasa sambil sesekali meminum teh hangat. Dahulu mungkin aku akan lebih memilih kopi untuk menemaniku dipagi yang basah seperti ini. Tapi itu dahulu. Seperti katamu, aku telah berubah. Dan menjadikan teh sebagai substitusi untuk secangkir kopi merupakan salah satu perubahanku. Setelah aku pikir rasanya memang kita semua berubah kan? Aku berubah, kamu berubah, orang-orang di sekitar kita berubah, lingkungan kita berubah; sadar atau nggak sadar sih. Kalau kamu bilang cuma aku yang berubah, kayaknya kamu perlu lebih peka; ke sekitarmu atau bahkan ke diri kamu sendiri deh.. :)

#11 Jogja Nol Kilometer

Yogyakarta, 24 Januari 2012 Dari G kepada D. Masih ingatkah kamu salah satu tempat di kota kita itu? Tiga atau empat tahun lalu di sebuah Sabtu malam, kita bergandengan tangan menyusuri sepanjang jalan Malioboro. Masih bicara tentang kita. Lalu berhenti di titik nol kilometer. Duduk di salah satu bangku di sana, lalu masih saling bicara tentang kita. Aku juga masih ingat kamu menggendongku menyeberangi perempatan jalan yang ramai itu. Dan sekarang siang tadi, aku melewati ruas Jalan Malioboro itu sendirian. Seperti membuka kotak kenangan lama. Ternyata kebersamaanku denganmu di kota ini selama hampir 3 tahun itu telah berakhir. Kini aku dan kamu sama-sama telah meninggalkan kota ini menempuh jalan masing-masing. Apa kabar kamu? Masih sebaik kota ini kah? F. Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

#10 untitled

Yogyakarta, 23 Januari 2012 Halo, apa kabar? Bagaimana keadaan di sana? Ini sudah bulan kedelapan kamu menetap di sana. Semoga kamu bahagia. Di sini semua baik-baik saja kok. Meskipun ada yang rasanya kurang setiap aku pulang ke rumah ini. Rumah ini terasa sepi. Banyak hal yang rasanya janggal ketika aku di rumah ini. Mungkin aku belum terbiasa. Aku cuma mau mengirimkan surat singkat ini, bukti bahwa aku masih ingat padamu. Bahwa kamu masih ada di hati kami. Baik-baik di sana ya.. Maaf, aku lama tak mengunjungimu di rumah barumu. Tapi tenang, aku tak pernah berhenti berdoa untukmu :) Love, Cucumu F.

#6 belasan tahun lalu

Yogyakarta, 19 Januari 2012 Untuk masa kanak-kanakku.. Sudah lewat dari belasan tahun dan tak banyak yang bisa aku ingat. Tapi entah kenapa aku selalu merindukannya. Lebih dari apapun di dunia ini, tentu saja syarat dan ketentuan berlaku hihihi Kartun di televisi setiap Minggu pagi, menginjak kaki penumpang lain ketika masuk ke angkutan umum, dagu bocor karena berlarian di jalan berbatu, mem-bully sesama teman di sekolah, merecoki guru yang sedang mengajar di kelas, ratusan biji lego berbagai bentuk, kumpulan kartu dari Canasta, ratusan tazoos dari Chiki. Ah aku merindukan mereka semua. Merindukan senyum yang tak pernah lepas dari wajahku saat itu. Aku merindukan saat dimana menjadi bahagia itu terasa mudah. Tuhan, mungkin jika hidup memiliki tombol backward aku akan memutar hidupku ke saat-saat itu :) F. Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

#5 LIMA

Kotaku, 18 Januari 2012 Sebelum menuliskan tanggal itu aku belum memutuskan untuk siapa surat ini ditulis. Tapi begitu mengingat tanggalnya, aku langsung mengingat kamu. Bukan maksud mau ngitungin, tapi emang dasarnya pasti keinget. Kamu ingat nggak tanggal berapa ini? :) Apa kabar kamu di sana? Baik kan, Sayang? Aku tahu kamu sebal aku panggil sayang terlalu sering. Tapi sekali ini nggak apa kan? Semoga kamu selalu baik-baik saja ya di sana. Liburan ini kamu ngapain aja? Paling-paling tidur seharian ya? Hahaha. Hari ini aku masih menemani temanku-yang-satu-itu berjalan-jalan keliling kotaku. Kapan kamu datang ke sini? Tiba-tiba aku ingin mengajakmu juga berkeliling di sini, mengenalkanmu pada kotaku. Kapan-kapan ke sini ya, Sayang. Di surat ini, aku mau bilang makasih. Makasih aja. Buat ini, itu, buat semuanya. Thank you for everything pokoknya. Nggak usah banyak tanya apa maksudnya. Aku sebal kalau kamu banyak tanya tentang hal-hal seperti ini. Tahu kan sifatku yang satu itu? :p Hmm,...

#4 Buat Tomat

Madiun, 17 Januari 2012 Halo, @hurufkecil. Semoga kamu tidak keberatan menerima surat dariku. Aku memilih selebtwit secara random nih. Oh iya, kamu selebtwit bukan? Pak pos, tomat selebtwit kan? Anggap saja iya ya? Hmm, apa ya? Aku cerita kenapa aku follow kamu saja ya? Aku menemukan blogmu terlebih dahulu sebelum akhirnya menemukan kicauanmu. Blogmu super sekali. Tulisan kamu singkat dan asyik dibaca. Jujur, sebenarnya aku dahulu nyaris meng-unfollow kamu. Kenapa? Aku tidak suka dengan caramu menuliskan RT dengan huruf kecil seperti ini: rt. Semacam menyebalkan karena mengingatkanku pada cara menulis perempuan yang telah merebut hati laki-lakiku dulu. (Doh! Malah curhat) Tapi entah kenapa aku tidak pernah sampai hati menge-klik tulisan unfollow itu. Dan makin lama aku makin jatuh cinta dengan kata-katamu. Catat, dengan kata-kata ya bukan dengan orangnya. Bahwa semua yang kamu tuliskan dengan huruf kecil itu kadang bisa menohokku. Ah pokoknya sering-sering berkicau ya, tomat. Aku sudah...

Senja yang Hangat

Akhir-akhir ini senja di Surabaya kerap di guyur hujan, tapi berbeda dengan senja ini. Cuaca tidak begitu panas, tetapi tidak hujan. Bisa aku bilang teduh, tapi hangat. Senja ini kuhabiskan di salah satu sudut restoran cepat saji. Biarlah junkfood, mungkin bisa menjadikanku cepat gemuk. Aku hanya sendirian, melihat orang lalu lalang, pasangan-pasangan yang bercengkerama, anak kecil yang ceria, dan ada pula yang duduk sendirian; salah satunya aku. (Iya aku sendirian, jangan tanya pacarku. Pacarku yang itu entah nggak ada kabarnya. Pacaran sama guling mungkin :p) Sesekali aku mengamati orang-orang itu, sesekali menyuapkan satu sendok penuh es krim ke mulutku, dan sesekali memantau timeline. Seperti kata salah satu temanku lewat twitnya, timeline sore ini penuh cinta. Iya memang. Ada tumpukan link surat cinta dan ada banyak sekali "ungkapan cinta" bergerak di timeline. Ah senangnya sore ini ditemani mereka dan satu cup es krim. Terima kasih Tuhan buat sore harinya. Eh, teman yan...