Skip to main content

Posts

REPOST: Jangan Lakukan

Serius, menjadi egois itu perlu. Karena kamu tidak bisa selamanya percaya pada orang lain. Satu-satunya orang yang bisa kamu percaya adalah dirimu sendiri. Menaruh kepercayaan pada orang lain—pada banyak hal—agaknya sia-sia. Repost dari Pupus di http://sepotongkeju.blogspot.com/ Can't agree more!

Curhat

Tiap ditelpon Bapak sm Ibuk apa Zulva pasti pertanyaannya, "Sampai mana skripsinya? Kapan lulus?". Sampe katam males pulang kalo belum ada progress. Wong bimbingan wae lagi ping pindo . Fuuuh..  Tiap hari pasti dicariin "ibuk" di kantor apa mbak-mbak staff-nya. Ngerjain ini itu. Untung aja sih hal yang aku senengin. Bukan skripsi hihi   Terus tiap hari juga bawaannya pengen ketemu pacar!  Terus kuliah masih banyak.  Terus yang itu yang ini yang menyebalkan ya banyak. Kalo kaya gini baru kerasa hidup. Bahwa sesungguhnya apa yang kita lakukan itu sebab akibat sama lingkungan. Skripsi nggak selesai-selesai ya soalnya takut ketemu dosen pembimbing sama nggak pernah nyentuh. Dapat kerjaan banyak ya soalnya memang itu job desk aku. Tiap hari pengen ketemu pacar ya soalnya kangen sama pacar terus #eh. Dapat perlakuan buruk ya mungkin aku telah berperilaku buruk. Aku berperilaku buruk ya mungkin lingkungan yang membentukku. Kalo ada yang ikut campur urusank...

Ilalang

Jika kita adalah padang ilalang yang luas, maka kamu mungkin adalah ilalang-ilalang itu. Padang itu diberi nama padang ilalang karena keberadaanmu. Dan aku adalah hembusan angin yang hanya melewati celah-celahmu. Tetapi sadar atau tidak, keberadaanku, kemarahanku, ketenanganku, akan mempengaruhi gerakmu. 28 April 2013, when I don't have a word to say

Tanya

Sekali. Penghujung desember. Tanpa mendung, tanpa hujan, datanglah banjir. Semua tak terbendung. Kamu pergi tanpa kata. Tanpa janji untuk kembali. Dua kali. Tanpa kata kita berbagi dan tanpa kata pula kamu membagi. Lalu perlahan kamu menyingkirkanku. Tiga kali. Seperti kata-kata diantara kita telah habis. Tak ada sisa. Lalu toples itu tergeletak begitu saja. Kita sama-sama enggan mengaku. Tiga kali aku ditinggalkan tanpa kata. Tiga kali dan aku tak bisa menjawab semua tanya, mengapa? Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Psikologi Humanistik : Sejarah dan Kedudukan

PENDEKATAN HUMANISTIK Oleh: Farida A. R. (1101911019) | Tasya A. (110911040) | Riris M. S. (110911054) Nadya A. (111011083) | Oktovoni S. (111011124) | Agustin N. (111011158) Kedudukan dan Kritik Psikologi Humanistik Atas Pendekatan yang Ada dalam Psikologi Psikologi humanistik menekanan pada pengalaman kesadaran. Artinya keseluruhan kondisi alami dan perilaku manusia fokus pada: ”free will” , spontanitas, dan kekuatan kreatif manusia. Mereka menentang psikoanalis yang menyatakan bahwa perilaku manusia ditentukan oleh dorongan biologis, pengalaman masa lalu, dan diatur oleh kekuatan ketidaksadaran. Bagi para penganut aliran humanistik, kesadaran adalah sesuatu yang spontan, bebas, dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, kini dan masa depan. Kritik juga ditujukan pada kaum behavoristik yang menganggap manusia seperti hewan yang fungsinya ditentukan oleh respon terhadap lingkungan. Psikologi humanistik juga mengkritik ilmu psikologi yang pembahasannya terlalu berfokus pa...

to understand

"If you should try to understand me through the eyes of your experience, your only understanding will be misunderstanding. For we have walked different paths and have known different fears. And that which bring you laughter just might bring me tears. So if you can learn to accept me and the strange things I say and do, maybe through your acceptance. You will gain understanding." (Anonim) Slide Pengantar Kuliah Pengelolaan Manusia Dalam Organisasi Surabaya, 27 Februari 2012 - 11.01 Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Perjalanan

Dalam sebuah perjalanan kita akan menemukan banyak hal, banyak orang, banyak pengalaman. Sesingkat apapun perjalanan itu.. Seperti di sebelah kiri. Sebuah keluarga dengan tiga orang anak, anak lelaki sekitar 15 tahunan, anak perempuan 11 atau 12 tahunan dan seorang anak lelaki mungil berusia 3 atau 4 tahun. Anak sulung dan anak tengahnya bercengkerama dengan permainan mereka sendiri. Sesekali tergelak lalu kembali bermain. Sedangkan si bungsu sibuk ingin tahu ini dan itu. Setiap ada pedagang asongan lewat, mereka akan menghentikannya. Entah untuk sebotol air mineral, segelas es teh dan kopi, seporsi nasi goreng, kipas atau gantungan kunci sekalipun. Mereka akan berkumpul lalu mendiskusikan keinginan mereka. Sekilas mereka tampak seperti keluarga yang menyenangkan. Lalu mari kita beralih ke bapak-bapak berbadan tegap yang duduk di bangku depan. Ia selalu terlelap sepanjang perjalanannya (yang hanya seperempat perjalanan ini). Sesekali memang ia terhenyak, oleh suara penga...