Skip to main content

Posts

Perjalanan Hati

Halo! *bersihin debu di dashboard* Woaaa, terakhir bikin postingan ternyata sudah hampir 3 bulan yang lalu. Apa kabar? Hidupku nyaris nggak menetap selama 3 bulan terakhir. Bali, bolak-balik Jogja-Surabaya yang tiada habisnya, dan pulang kampung ke Brebes. Selama perjalanan itu, banyak hal yang aku pelajari, rasanya aku terlalu kecil dan nggak tau apa-apa tentang hidup sebelumnya. Perjalanan ke Bali pada bulan Mei waktu itu sebenarnya bukan untuk jalan-jalan, mendadak ada panggilan interview di salah satu Bank BUMN yang kebetulan aku apply di Denpasar karena tinggal itu yang buka hehe. Di Bali itu akhirnya malah menemani Mbakku yang domisili di sana lahiran. Ini perjalanan pertama yang membuatku langsung *deg*, proses lahiran tuh nggak cepat dan tampak menyiksa. Pertaruhan nyawa. Dulu sewaktu aku umur 6 tahun pernah sih ada di kondisi harus menemani ibu untuk lahiran adek, tapi waktu itu belum terlalu paham. Semacam jadi titik dimana, duh aku cewek. Cepat atau lambat aku juga akan ...

Sekilas Tentang Kuliah

Empat tahun sembilan bulan. Bisa dibilang cukup lama sampai akhirnya aku menyelesaikan dan mempertanggungjawabkan tugas akhir (skripsi). Bukan perjuangan yang bisa dibilang mudah, tapi dengan pengalaman-pengalaman yang aku dapat selama berada di bangku kuliah, rasanya worth it kok. Banyak yang harus dikorbankan, banyak waktu yang harus diluangkan, banyak yang harus ditinggalkan. Tapi nyatanya aku bisa. Tidak ada selebrasi spesial. Hanya ucapan selamat yang kasual. Seikat bunga, sekotak kado, satu dua pelukan hangat, dan beberapa ucapan selamat rasanya cukup untuk menebus kerja keras selama ini. Selama hampir lima tahun. Sebenarnya ini lewat dari target yang aku buat sendiri, targetku awalnya aku harus lulus sebelum usia 21, sekarang usiaku sudah 21 tahun lebih 2 bulan. Meleset dua bulan. Well , semua ini hanya awalan dari banyak tantangan di depan. Baru beberapa langkah dari impian-impian yang aku punya, bahkan aku masih berada di zona nyaman. Baru menjawab sedikit pertanyaan-pert...

Resilient.

Sudah lebih dari sebulan sejak terakhir posting dan menyentuh dashboard blogger. Bahkan secara nggak sengaja sudah ke Makassar (lagi). Akhir-akhir ini terlalu banyak hal yang tampak ajaib. Melihat orang-orang mulai berubah sedangkan aku masih di tempat yang sama. Ada mereka yang tak lagi percaya dengan apa yang sebelumnya mereka pegang teguh. Ada mereka yang mulai menghancurkan idealismenya. Ada mereka yang datang lalu kemudian pergi begitu saja. Ada mereka yang tetap tinggal. Tetapi hanya satu yang selalu tinggal, kenangan akan mereka. Mungkin hidup telah mengubah orang-orang menjadi berbeda. Pun aku. Surabaya, 12 April 2014

Apa yang tampak dan terbaca

Halo! Kebetulan habis download aplikasi blogger di android. Nyobain sekalian posting deh :D 31 Januari, 2014. Hampir nggak kerasa bulan pertama tahun ini udah mau habis. Apa saja yang sudah kalian lakukan? Kejadian apa yang menarik di awal tahun ini? Sebulan ini berita di media dipenuhi dengan berbagai bencana. Dari mulai banjir, lalu Gunung Sinabung yang masih saja mengeluarkan awan panas, lalu beberapa daerah yang mengalami longsor. Semoga semua bencana itu semakin berkurang dan orang-orang yang diberi cobaan punya stok kesabaran ekstra :) Bumi mungkin memang sedang sakit, nggak cuma di Indonesia yang dilanda bencana. Beberapa bagian negara yang lain juga mengalami bencana, seperti cuaca buruk dan suhu ekstrim. Mungkin bumi sama seperti manusia. Ketika kita diisi dengan hal-hal yang positif maka yang tercemin pula perilaku yang positif, pola hidup yang positif pula. Kalau kita makan makanan sehat, maka kita akan sehat. Sebaliknya bila kita diisi oleh hal negatif, maka negativitas...

31 Desember 2013

Tahun 2013 mungkin bukan tahun yang baik, tetapi banyak pelajaran, pengalaman, dan kesempatan yang tak terduga. Lagi, semuanya seimbang. Ketika hal buruk datang, maka pertanda hal baik segera datang, pun sebaliknya. Tahun ini merasakan apa yang namanya betrayal . Yup, aku lebih senang menyebutnya begitu, dalam bahasa Indonesia rasanya agak sedikit kasar makanya. Tetapi akhirnya aku menemukan kembali orang-orang yang aku sebut sahabat. Tiga orang yang aku kenal sejak pertama kali diterima di kampus. Sempat merasakan kesepian, tetapi di sisi lain aku sadar bahwa masih ada orang-orang yang peduli. Misal, yang bersedia bawain es batu waktu matamu lagi bengkak kelamaan nangis, atau yang dengan random  mengajak keluar kota ketika bosan dengan rutinitas. Merasakan juga apa yang namanya kecewa, tetapi kecewa itu malah menjadi bahan refleksi dan mengenal diri. Selain itu merasakan perbedaan antara orang yang benar-benar peduli dengan orang yang hanya ingin menjadi paparazzi . Kalau ...

Repost

Source: http://beradadisini.com/2013/11/24/and-so-you-did/

Sepi

Menyusuri jalanan kota, langkah demi langkah. Menatap silaunya lampu jalanan dan lampu gedung-gedung pemeriah. Beradu suara kendaraan yang melaju dengan klakson-klakson tak sabaran serta lampu dan suara tanda penyeberangan jalan yang menggema tapi teracuhkan. Dinginnya malam serasa tak biasa, mungkin karena masih hari pertama hujan turun. Atau mungkin karena aku seorang diri? Apalah artinya kota metropolitan tanpa kemegahan ini. Tanpa gedung-gedung pencakar langit, tanpa pusat perbelanjaan dan lampu jalanan yang menyilaukan, tanpa kedai kopi 24 jam di sudut-sudutnya, tanpa gerakan ritmis kendaraan-kendaraan yang sibuk. Seketika aku mengasihani diriku sendiri. Aku berandai kota ini mendadak sepi. Nyatanya aku yang terjebak sepi. F. 16 November 2013 | 01.05