Pagi itu aku sedang menikmati secangkir cappuccino hangat di kedai kopi Bandara ketika seorang laki-laki tiba-tiba menghampiriku. “Mau naik atau baru turun?” tanya laki-laki tersebut sambil mengambil tempat duduk di hadapanku. “Hah?” tanyaku kaget. Laki-laki itu mengarahkan pandangan dan menunjuk ke arah backpack yang aku letakkan di samping kursiku. “Turun,” jawabku. “Sudah saya tebak. Boleh saya duduk di sini?” tanya laki-laki itu lagi sambil tersenyum. Ia sudah duduk di hadapanku sejak beberapa detik yang lalu, tapi baru bertanya, “Aneh,” batinku. “Sudah duduk baru bertanya. Interesting ,” jawabku sambil balik melempar senyum. Aku mengamati laki-laki itu, usianya mungkin sama denganku. Ia mengenakan kaus berkerah berwarnah maroon , celana jeans, sepatu sport , dan membawa sweater abu-abu. Tas yang ia pakai adalah daypack . Aku bertaruh dia hanya membawa segelintir pakaian dan sebuah laptop. Tampaknya ia baru pulang dari perjalanan dinas. Di balik wajahnya yang ra...