Skip to main content

Posts

Day 1: Tas

Pagi itu aku sedang menikmati secangkir cappuccino hangat di kedai kopi Bandara ketika seorang laki-laki tiba-tiba menghampiriku. “Mau naik atau baru turun?” tanya laki-laki tersebut sambil mengambil tempat duduk di hadapanku. “Hah?” tanyaku kaget. Laki-laki itu mengarahkan pandangan dan menunjuk ke arah backpack yang aku letakkan di samping kursiku. “Turun,” jawabku. “Sudah saya tebak. Boleh saya duduk di sini?” tanya laki-laki itu lagi sambil tersenyum. Ia sudah duduk di hadapanku sejak beberapa detik yang lalu, tapi baru bertanya, “Aneh,” batinku. “Sudah duduk baru bertanya. Interesting ,” jawabku sambil balik melempar senyum. Aku mengamati laki-laki itu, usianya mungkin sama denganku. Ia mengenakan kaus berkerah berwarnah maroon , celana jeans, sepatu sport , dan membawa sweater abu-abu. Tas yang ia pakai adalah daypack . Aku bertaruh dia hanya membawa segelintir pakaian dan sebuah laptop. Tampaknya ia baru pulang dari perjalanan dinas. Di balik wajahnya yang ra...

Catatan Pertama di 2015

Halo. Mungkin ini posting pertama gue di tahun 2015 ini. Baru awal tahun dan gue udah kaya ditampar telak sama beberapa hal belakangan ini. Gue merasa tahun ini bakalan banyak memberikan perubahan buat gue, dalam segala hal. Semoga sih perubahan ke arah yang lebih baik :) Terlepas dari beberapa hal yang menampar gue itu. Banyak hal yang bikin gue happy . Salah satu hal yang bikin gue happy di awal tahun ini adalah keluarga besar gue yang di Jogja yang jadi makin kompak dan sudah mulai bisa move on dari kehilangan tahun lalu. Beberapa kali kami jalan-jalan bareng atau sekedar dinner bareng, dan hampir setiap weekend kumpul-kumpul. Selain soal keluarga juga soal teman-teman, walaupun gue jauh secara fisik dari orang-orang yang telah mengisi hidup gue 5,5 tahun terakhir, gue masih dekat aja sama mereka. Mereka tetap selalu ada dan bisa diandalkan. I love you, guys :D Daaan hal yang paling menyenangkan sih sebenarnya, gue diterima di salah satu perusahaan yang oke. Gu...

Untitled.

Sudah lama sejak terakhir kali aku mendamparkan diri di coffee shop antah berantah, lalu duduk berjam-jam di samping jendela ditemani secangkir kopi. Duduk berjam-jam sambil mengamati lalu lalang orang, ataupun rinai hujan. Itu artinya sudah lama pula aku bahagia, sampai akhirnya kini aku merasakan abu-abu lagi. Hujan kali ini memperlengkap suasana. Kini abu-abu itu datang kembali. Bukan dalam bentuk perpisahan, bukan pula berwujud hal yang bisa membuatku menangis. Sekarang ia datang dalam bentuk perasaan yang mengganjal di dalam hati, menyesakkan hingga air mata bahkan tak bisa turun, dipaksa sekalipun. Kesedihan seperti ini adalah kesedihan yang sangat aku hindari. Perasaan di masa lampau yang datang kembali. akan tetapi bukan kesedihan itu yang ingin aku bicarakan. *** "Sayangilah dirimu sendiri sebelum kamu menyayangiku atau orang lain kelak. Kamu harus lebih menyayangi dirimu sendiri dibandingkan kepadaku atau orang lain." Entah kenapa aku baru memahami makna be...

Perjalanan Hati

Halo! *bersihin debu di dashboard* Woaaa, terakhir bikin postingan ternyata sudah hampir 3 bulan yang lalu. Apa kabar? Hidupku nyaris nggak menetap selama 3 bulan terakhir. Bali, bolak-balik Jogja-Surabaya yang tiada habisnya, dan pulang kampung ke Brebes. Selama perjalanan itu, banyak hal yang aku pelajari, rasanya aku terlalu kecil dan nggak tau apa-apa tentang hidup sebelumnya. Perjalanan ke Bali pada bulan Mei waktu itu sebenarnya bukan untuk jalan-jalan, mendadak ada panggilan interview di salah satu Bank BUMN yang kebetulan aku apply di Denpasar karena tinggal itu yang buka hehe. Di Bali itu akhirnya malah menemani Mbakku yang domisili di sana lahiran. Ini perjalanan pertama yang membuatku langsung *deg*, proses lahiran tuh nggak cepat dan tampak menyiksa. Pertaruhan nyawa. Dulu sewaktu aku umur 6 tahun pernah sih ada di kondisi harus menemani ibu untuk lahiran adek, tapi waktu itu belum terlalu paham. Semacam jadi titik dimana, duh aku cewek. Cepat atau lambat aku juga akan ...

Sekilas Tentang Kuliah

Empat tahun sembilan bulan. Bisa dibilang cukup lama sampai akhirnya aku menyelesaikan dan mempertanggungjawabkan tugas akhir (skripsi). Bukan perjuangan yang bisa dibilang mudah, tapi dengan pengalaman-pengalaman yang aku dapat selama berada di bangku kuliah, rasanya worth it kok. Banyak yang harus dikorbankan, banyak waktu yang harus diluangkan, banyak yang harus ditinggalkan. Tapi nyatanya aku bisa. Tidak ada selebrasi spesial. Hanya ucapan selamat yang kasual. Seikat bunga, sekotak kado, satu dua pelukan hangat, dan beberapa ucapan selamat rasanya cukup untuk menebus kerja keras selama ini. Selama hampir lima tahun. Sebenarnya ini lewat dari target yang aku buat sendiri, targetku awalnya aku harus lulus sebelum usia 21, sekarang usiaku sudah 21 tahun lebih 2 bulan. Meleset dua bulan. Well , semua ini hanya awalan dari banyak tantangan di depan. Baru beberapa langkah dari impian-impian yang aku punya, bahkan aku masih berada di zona nyaman. Baru menjawab sedikit pertanyaan-pert...

Resilient.

Sudah lebih dari sebulan sejak terakhir posting dan menyentuh dashboard blogger. Bahkan secara nggak sengaja sudah ke Makassar (lagi). Akhir-akhir ini terlalu banyak hal yang tampak ajaib. Melihat orang-orang mulai berubah sedangkan aku masih di tempat yang sama. Ada mereka yang tak lagi percaya dengan apa yang sebelumnya mereka pegang teguh. Ada mereka yang mulai menghancurkan idealismenya. Ada mereka yang datang lalu kemudian pergi begitu saja. Ada mereka yang tetap tinggal. Tetapi hanya satu yang selalu tinggal, kenangan akan mereka. Mungkin hidup telah mengubah orang-orang menjadi berbeda. Pun aku. Surabaya, 12 April 2014

Apa yang tampak dan terbaca

Halo! Kebetulan habis download aplikasi blogger di android. Nyobain sekalian posting deh :D 31 Januari, 2014. Hampir nggak kerasa bulan pertama tahun ini udah mau habis. Apa saja yang sudah kalian lakukan? Kejadian apa yang menarik di awal tahun ini? Sebulan ini berita di media dipenuhi dengan berbagai bencana. Dari mulai banjir, lalu Gunung Sinabung yang masih saja mengeluarkan awan panas, lalu beberapa daerah yang mengalami longsor. Semoga semua bencana itu semakin berkurang dan orang-orang yang diberi cobaan punya stok kesabaran ekstra :) Bumi mungkin memang sedang sakit, nggak cuma di Indonesia yang dilanda bencana. Beberapa bagian negara yang lain juga mengalami bencana, seperti cuaca buruk dan suhu ekstrim. Mungkin bumi sama seperti manusia. Ketika kita diisi dengan hal-hal yang positif maka yang tercemin pula perilaku yang positif, pola hidup yang positif pula. Kalau kita makan makanan sehat, maka kita akan sehat. Sebaliknya bila kita diisi oleh hal negatif, maka negativitas...