Skip to main content

Konsep Kita



Konsep tentang kita selalu berakhir pada konsep saja, nggak ada operasionalisasinya. Konsep tentang kita  hanya berakhir di otakku saja; di pikiranku saja. Hanya hidup di sana, di dunia sempit imajiku saja.

Konsep tentang kita pada kenyataannya hanya berakhir pada aku sebagai temanmu menyesap kopi, temanmu mengepulkan asap rokok. Aku sebagai temanmu kesana kemari mengunjungi tempat-tempat baru. Aku sebagai temanmu mengagumi musik favoritmu; yang juga musik favoritku. Aku sebagai temanmu ketika kamu merasa sepi. Dan aku sebagai temanmu, ketika teman perempuanmu itu tengah jauh dari kamu.

Terus, aku dan kamu selalu begitu. Aku seperti kotak musik yang hanya kamu mainkan ketika sepi lalu kamu simpan bila kesepianmu menghilang. Dan aku setia seperti kotak musik itu, ada ketika kamu panggil dan menghilang; diam ketika kamu acuhkan.

Tapi ingat, kotak musik itu punya masanya. Masa dimana dia terus bersuara, ada saatnya nanti bila kamu merasa kotak musik itu telah sumbang, maka kamu harus berhati-hati. Kotak musik itu akan segera meninggalkanmu..

Tak ada yang abadi, sekalipun konsep kita yang aku miliki..

Comments

Popular posts from this blog

Psikologi Humanistik : Sejarah dan Kedudukan

PENDEKATAN HUMANISTIK Oleh: Farida A. R. (1101911019) | Tasya A. (110911040) | Riris M. S. (110911054) Nadya A. (111011083) | Oktovoni S. (111011124) | Agustin N. (111011158) Kedudukan dan Kritik Psikologi Humanistik Atas Pendekatan yang Ada dalam Psikologi Psikologi humanistik menekanan pada pengalaman kesadaran. Artinya keseluruhan kondisi alami dan perilaku manusia fokus pada: ”free will” , spontanitas, dan kekuatan kreatif manusia. Mereka menentang psikoanalis yang menyatakan bahwa perilaku manusia ditentukan oleh dorongan biologis, pengalaman masa lalu, dan diatur oleh kekuatan ketidaksadaran. Bagi para penganut aliran humanistik, kesadaran adalah sesuatu yang spontan, bebas, dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, kini dan masa depan. Kritik juga ditujukan pada kaum behavoristik yang menganggap manusia seperti hewan yang fungsinya ditentukan oleh respon terhadap lingkungan. Psikologi humanistik juga mengkritik ilmu psikologi yang pembahasannya terlalu berfokus pa...

Hilang

Setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan. Salah satu kesalahan besar yang pernah aku buat adalah melepaskanmu. Membiarkan separuh dari diriku ikut bersama kamu. Kini aku tinggallah serpihan-serpihan yang tak tahu arah. Kemudiku hilang tersapu bersamaan dengan hilangnya bayanganmu. Aku hilang. Terbanggi Besar, (lupa kapan nulisnya) F.

Sweet Escape (details)

Hello! It's May already, huh? Yak, time flies faster than I think.. Seperti yang sudah dijanjikan, aku mau cerita soal perjalanan ke Bromo dan Madakaripura kemarin. Yak, terhitung dari Kamis sampai hari Minggu besok, kampus libur. Super-long-weekend! Dan aku nggak dapat tiket buat pulang ke Jogja. Selain nggak dapat tiket juga Sabtunya aku terpaksa ada kerjaan di Tuban. Itulah yang melatarbelakangi keberangkatanku ke Bromo secara pribadi. Oh iya, ini perjalanan pertamaku bareng anak-anak Palapsi , pecinta alamya Fakultas. Rabu, 16 Mei 2012. Setelah seharian sumpek menyelesaikan laporan sampai nggak sengaja skip kuliah dan baru pulang ke kosan pas Maghrib. Aku menyempatkan diri sekitar 1 jam buat tidur. Nge- charge badan buat perjalanan ke Bromo. Jam 21.00 aku dijemput menuju kampus sambil menunggu anak-anak yang belum datang. Dan wow! Amazing !  Jumlah total anak yang berangkat ada 24, dengan 12 motor. Sekitar jam 11 malam kami pun berangkat. Perjalanan berangkat ya...