Skip to main content

Kata

Menyusuri lorong yang gelap dan sunyi. Kemudian tiba-tiba semua membias menjadi kenangan beberapa tahun silam. Lima. Mungkin enam tahun yang lalu. Ada satu orang yang tak pernah aku kenal dengan pasti. Satu orang yang benar-benar menamparku sekaligus menguatkanku dengan kata-katanya.

Suatu sore yang gelap dan basah, kita berjalan menyusuri lorong-lorong sekolah yang asing bagiku. Sekali dua kali sapaan ditujukan untukmu. Sekali dua kali pula itu tatapan iri dan bertanya-tanya tampak dari raut wajah mereka.

Hujan mereda kemudian, tetapi badai malah memayungi kita. Entah kenapa, aku memicu apa. Kamu pun mengeluarkan kata-kata yang membuat kita tak pernah bicara lagi. Hingga sekarang.
Kamu egois sama dirimu sendiri, buat apa kamu merasa kalah terus? Kamu akan jadi perempuan yang hebat, perempuan yang kuat. Tapi kamu nggak boleh kaya sekarang.
Aku tak pernah ingat dengan pasti apa yang kamu katakan waktu itu. Tetapi kurang lebih dan tak jauh-jauh dari kalimat itu. Dulu aku selalu berusaha melupakan kata-katamu waktu itu. Tetapi aku sadar, mungkin, kata-katamu waktu itu adalah salah satu yang membuatku seperti sekarang.


F.

Comments

Popular posts from this blog

Psikologi Humanistik : Sejarah dan Kedudukan

PENDEKATAN HUMANISTIK Oleh: Farida A. R. (1101911019) | Tasya A. (110911040) | Riris M. S. (110911054) Nadya A. (111011083) | Oktovoni S. (111011124) | Agustin N. (111011158) Kedudukan dan Kritik Psikologi Humanistik Atas Pendekatan yang Ada dalam Psikologi Psikologi humanistik menekanan pada pengalaman kesadaran. Artinya keseluruhan kondisi alami dan perilaku manusia fokus pada: ”free will” , spontanitas, dan kekuatan kreatif manusia. Mereka menentang psikoanalis yang menyatakan bahwa perilaku manusia ditentukan oleh dorongan biologis, pengalaman masa lalu, dan diatur oleh kekuatan ketidaksadaran. Bagi para penganut aliran humanistik, kesadaran adalah sesuatu yang spontan, bebas, dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, kini dan masa depan. Kritik juga ditujukan pada kaum behavoristik yang menganggap manusia seperti hewan yang fungsinya ditentukan oleh respon terhadap lingkungan. Psikologi humanistik juga mengkritik ilmu psikologi yang pembahasannya terlalu berfokus pa...

Hilang

Setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan. Salah satu kesalahan besar yang pernah aku buat adalah melepaskanmu. Membiarkan separuh dari diriku ikut bersama kamu. Kini aku tinggallah serpihan-serpihan yang tak tahu arah. Kemudiku hilang tersapu bersamaan dengan hilangnya bayanganmu. Aku hilang. Terbanggi Besar, (lupa kapan nulisnya) F.

Taare Zameen Par

Yak seperti janji aku dalam post sebelum ini, aku sekarang mau cerita soal salah satu film India yang baru aja kemarin aku tonton. Berawal dari beberapa bulan yang lalu ada temanku yang ngomongin di linimasa Twitter soal film India bagus banget tentang anak disleksia, aku jadi penasaran sama film ini. Fyi, aku emang tertarik banget sama disleksia. Dan akhirnya beberapa waktu yang lalu aku dapat film ini dari salah satu teman kampusku yang namanya Istina. Kemarin aku nonton film ini sama adek. Nganggur banget dan bingung mau ngapain akhirnya aku ngajakin adek nonton film ini. Mau ngajakin nonton film lain tapi takutnya ada adegan aneh-aneh hahaha :)) Film ini bercerita tentang seorang anak yang bernama Ishaan, seorang anak kecil berumur 8-9 tahun yang mengalami kesulitan belajar. Orangtuanya yang berharap Ishaan dapat secemerlang kakaknya mulai jengah dengan kelakuan Ishaan yang dinilai bandel, malas dan tidak disiplin namun sangat suka melukis. Ishaan pun dikirim ke sekolah asrama ...