Skip to main content

Ferris Wheel

source : google, as usual :p
Sabtu kemarin aku dan banyak temanku datang ke Batu, ceritanya sih survey tempat buat acara kampus di daerah Tlekung, Junrejo. Tapi berhubung anaknya banyak jadi malah kebanyakan jalan-jalannya kayaknya. Jam setengah 8 dari Surabaya jam 12 gitu baru pada sampai lokasi soalnya mampir-mampir. Skip soal perjalanan survey, aku pengen cerita soal Ferris Wheel. Apa hubungannya Ferris Wheel dan perjalanan kemarin? Yak bentar gue ceritain dulu apa itu Ferris Wheel buat yang belum tau :3
source: google
For your information (tapi gue yakin udah pada tau semua deh), Ferris Wheel adalah semacam mainan berupa roda raksasa yang dilengkapi dengan sejumlah tempat duduk yang biasanya disebut gondola. Nah roda ini akan berputar sehingga setiap tempat duduk ikut bergerak.

Terus apa hubungannya Ferris Wheel sama kemaren ke Batu, Paaarrr? Elu mau cerita gitu aja ribet *kata orang yang nggak sabar baca post ini dalam hati pasti*

Yak, waktu pulang dari Junrejo mau ke Payung buat nyari makan, aku ngelewatin alun-alun kota Batu. Nah dari jauh aku liat ada Ferris Wheel ini. Bagus dan super duper unyu tinggi menantang terang dalam kegelapan kota Batu! Aku ngebayangin naik itu pasti pemandangannya baguuuuus banget! Secara Batu kan ada di atas, kali aja pas di pucuknya si roda putar ini bisa ngeliat kota Malang gitu #soktau

Sumpaaaah sejujurnya jauh di dalam hatiku aku pengen banget naik ini mainan satuuuu. Salah satu mainan unyu menurutku. Tapi sayang, aku takut ketinggian. Baiklah ini sudah rahasia umum sepertinya. Dulu waktu kecil aku sering diajakin naik Ferris Wheel sama Bapak, tapi aku pasti nangis pas sudah di atas, takut. Apalagi kalau pas berhenti di atas. Aku pasti nangis dan pengen cepat turun. Habis itu pas turun aku dibelikan permen kapas alias "arum manis" lalu diem. Silly banget kalo diingat-ingat hihi. Biasanya kan anak kecil suka diajakin naik kek gituan haha *malah mengenang masa kecil wikikik*

Tapi seriously, suatu hari nanti. Entah pas aku udah nggak takut ketinggian apa gimana, aku mau banget naik mainan itu. Someday! :)


Comments

Popular posts from this blog

Psikologi Humanistik : Sejarah dan Kedudukan

PENDEKATAN HUMANISTIK Oleh: Farida A. R. (1101911019) | Tasya A. (110911040) | Riris M. S. (110911054) Nadya A. (111011083) | Oktovoni S. (111011124) | Agustin N. (111011158) Kedudukan dan Kritik Psikologi Humanistik Atas Pendekatan yang Ada dalam Psikologi Psikologi humanistik menekanan pada pengalaman kesadaran. Artinya keseluruhan kondisi alami dan perilaku manusia fokus pada: ”free will” , spontanitas, dan kekuatan kreatif manusia. Mereka menentang psikoanalis yang menyatakan bahwa perilaku manusia ditentukan oleh dorongan biologis, pengalaman masa lalu, dan diatur oleh kekuatan ketidaksadaran. Bagi para penganut aliran humanistik, kesadaran adalah sesuatu yang spontan, bebas, dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, kini dan masa depan. Kritik juga ditujukan pada kaum behavoristik yang menganggap manusia seperti hewan yang fungsinya ditentukan oleh respon terhadap lingkungan. Psikologi humanistik juga mengkritik ilmu psikologi yang pembahasannya terlalu berfokus pa...

Taare Zameen Par

Yak seperti janji aku dalam post sebelum ini, aku sekarang mau cerita soal salah satu film India yang baru aja kemarin aku tonton. Berawal dari beberapa bulan yang lalu ada temanku yang ngomongin di linimasa Twitter soal film India bagus banget tentang anak disleksia, aku jadi penasaran sama film ini. Fyi, aku emang tertarik banget sama disleksia. Dan akhirnya beberapa waktu yang lalu aku dapat film ini dari salah satu teman kampusku yang namanya Istina. Kemarin aku nonton film ini sama adek. Nganggur banget dan bingung mau ngapain akhirnya aku ngajakin adek nonton film ini. Mau ngajakin nonton film lain tapi takutnya ada adegan aneh-aneh hahaha :)) Film ini bercerita tentang seorang anak yang bernama Ishaan, seorang anak kecil berumur 8-9 tahun yang mengalami kesulitan belajar. Orangtuanya yang berharap Ishaan dapat secemerlang kakaknya mulai jengah dengan kelakuan Ishaan yang dinilai bandel, malas dan tidak disiplin namun sangat suka melukis. Ishaan pun dikirim ke sekolah asrama ...

Hilang

Setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan. Salah satu kesalahan besar yang pernah aku buat adalah melepaskanmu. Membiarkan separuh dari diriku ikut bersama kamu. Kini aku tinggallah serpihan-serpihan yang tak tahu arah. Kemudiku hilang tersapu bersamaan dengan hilangnya bayanganmu. Aku hilang. Terbanggi Besar, (lupa kapan nulisnya) F.