Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2012

Invisible

Tidak tampak itu kadang terasa menyenangkan



Mengabur lalu tak dicari

Mengada lalu tak pernah tampak

Membisu untuk lebih mendengar

Lenyap dalam senyap.









Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Bahagia

Bahagia itu sederhana
Sesederhana mengeja abjad A sampai Z
Sesederhana menghitung 1 sampai 10
Sesederhana menuliskan namamu

Bahagia itu sederhana
Berjalan kaki sepanjang Jalan Malioboro di malam hari..
Sekotak ice cream cokelat dan sekeping DVD ketika bosan
Sebuah buku dan iPod dengan playlist favorit untuk membunuh waktu

Jadi, bahagia itu sederhana. Hal sesimpel apapun bisa menjadikan kita bahagia kalau kita memang sedang ingin bahagia. Kalau para bijak bestari bilang sih, "bersyukurlah atas apa yang kamu miliki, maka kamu akan bahagia.." :)

Selamat malam!

Senja..

Di waktu seperti sekarang ini, langit pasti sedang menampakkan diri seperti es krim rasa jeruk yang siap disendok. Lalu di dalam ruangan suasana menjadi hangat, sinar oranye mulai memasuki ruangan lewat celah celah kecil. Aku memilih untuk tetap berada di dalam ruangan, mengawasi sinar oranye sampai dia habis. Aku sedang tak ingin bertemu senja atau lebih tepatnya aku sudah tak ingin bertemu dengannya lagi. Senja seharusnya menjadi sesuatu yang menyenangkan dengan warna oranyenya yang ceria. Tetapi sejak senja itu, rasanya senja kini menjadi suatu pertanda. Bahwa senja adalah isyarat dari alam bahwa sebentar lagi gelap akan datang dan waktu kita untuk bersama telah habis. Habis untuk selamanya. Dan sejak saat itu, aku memilih untuk menghindar dari senja..




Surabaya, 16 Juni 2012 at 05:05 p.m.

How Come?

Bagaimana bisa dua orang yang pernah begitu dekat dengan kamu tiba-tiba menjadi dua orang yang begitu asing?
Bagaimana bisa dua orang yang pernah saling menopang menjadi dua orang yang tak lagi saling menyapa?
Bagaimana bisa dua orang yang pernah saling membagi beban menjadi dua orang yang saling menghindari?

Hidup memang terkadang aneh, mempermainkan kita. Atau kita yang terlalu aneh? Mempermainkan diri kita sendiri. Atau malah permainan yang membuat kita aneh? Apapunlah konsep yang kalian percaya..

Well, happy weekend!

June 1st, 2012 - 6.58 p.m
di tepi jendela Sancaka Sore Surabaya-Jogja..


Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Hari Tanpa Tembakau

Hello, June! Yak, memasuki hari pertama bulan Juni dan aku merasa over excited banget hari ini. Today, I'll go to my hometown. Jogja, I'm coming! :)
Terlepas dari kepulangan ke Jogja nanti, aku pengen bahas soal Hari Tanpa Tembakau kemarin. Hmm, kemarin, nggak tau asal usulnya bagaimana (I'll googling it later :p), diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau. FYI, aku sih pengen berpendapat aja soal tembakau. So, kalau ada yang nggak sependapat atau ada yang nggak srek, ya maaf-maaf aja. Ini kan pendapatku :p
Tembakau. Dari kecil sih aku sudah akrab sama salah satu bahan utama rokok ini. Bokap ngerokok, alm. Simbah Kakung juga merokok. Bokap sih ngerokok selalu rokok filter. Tapi kalau simbah kakung dulu sempet ngerokok yang racikan sendiri, pakai cengkeh, tembakau, sama kertas rokok yang rasanya manis gitu. Dan lagi, di deket rumah dulu sih ada sawah yang kadang ditanami tembakau.
Indonesia sendiri sih, seingatku di RPUL (Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap) jaman dahulu kala …