Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2013

Merasa

Saya selalu menganggap bahwa kehidupan itu semacam level pada sebuah permainan. Semakin tinggi level pada game tersebut maka akan semakin tinggi tingkat kesulitannya, dan terkadang akan semakin lama waktu yang kita butuhkan untuk menyelesaikan level tersebut. Begitu juga dengan hidup, bahwa semakin dewasa kita, semakin sulit atau semakin berkembang juga permasalahan yang kita hadapi dan semakin lama pula kita  butuh waktu untuk menghadapi permasalahan tersebut. Terkadang di tengah permainan kita akan menyerah karena tidak dapat menyelesaikan satu level, begitu juga di hidup. Kita mungkin pernah atau bahkan sering menemukan kenyataan bahwa kita stuck pada sebuah permasalahan dan rasanya ingin menyerah saja. Tetapi bagi saya, sebenarnya itu-lah seni dari hidup.
Saya mungkin sekarang sedang stuck di level ini, entah level berapa. Rasanya saya sedang ada di posisi yang tidak menguntungkan. Nyaris kalah. Atau mungkin sudah berulang kali kalah sampai saya bosan mencoba untuk menang. Saya s…

Here I am

Halo! Sudah menginjak hari ke-14 di bulan Januari. Sore yang basah. Langit menumpahkan rindunya pada bumi, beberapa hari tidak bertemu. Iya, beberapa hari Surabaya panas gersang tidak hujan; atau aku yang tidak bertemu dengan hujan akhir-akhir ini ya? Entahlah. Yang jelas bagiku beberapa hari terakhir Surabaya tidak hujan, atau setidaknya tidak sehujan hari ini. Baiklah, kita abaikan saja perdebatan masalah hujan di Surabaya ini.

Perdebatan tentang hujan di atas sepertinya sudah menggambarkan betapa berantakan dan kacaunya otak saya akhir-akhir ini. Carut-marut. Belakangan ini banyak hal yang mengganggu pikiran saya, dari mulai UAS, lalu nasib saya yang sudah semester uzur tapi bahkan belum bergelut dengan skripsi, lalu masalah interpersonal saya. *curhat*

Lalu minggu-minggu awal ini saya sudah dikasih sakit, gejala typhus. Sisa-sisa capek tahun 2012, sisa-sisa banyak pikiran tahun lalu, sisa-sisa keberantakan hidup saya tahun sebelumnya. Tapi alhamdulillah semua sudah baik-baik saja…

awal yang berakhir

(1)
kita berdua jatuh cinta dalam rintik hujan bulan Desember
dalam gerimis yang masih romantis, belum menenggelamkan

kamu adalah rencana yang tidak terduga
kita adalah awal di sebuah akhir

(2)
purnama kedua belas
menyendiri tanpa yang lain

purnama kedua belas
isak tangis yang tak tersuarakan

(3)
mengawali yang baru
mengakhiri yang lampau

berharap yang baru
mencampakan yang lampau

baru menjauhkan lampau
lampau terkubur


2 Januari 2013 - 21.54