Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2012

secangkir teh dipagi hari

Pagi ini hujan rintik mengguyur. Aku sedari tadi hanya memandangi hujan dari dalam rumah. Beruntung rumah ini dikepung dengan kaca-kaca lebar, bukan tembok beton. Sehingga aku bisa menikmati hujan dengan leluasa sambil sesekali meminum teh hangat. Dahulu mungkin aku akan lebih memilih kopi untuk menemaniku dipagi yang basah seperti ini. Tapi itu dahulu.
Seperti katamu, aku telah berubah. Dan menjadikan teh sebagai substitusi untuk secangkir kopi merupakan salah satu perubahanku. Setelah aku pikir rasanya memang kita semua berubah kan? Aku berubah, kamu berubah, orang-orang di sekitar kita berubah, lingkungan kita berubah; sadar atau nggak sadar sih. Kalau kamu bilang cuma aku yang berubah, kayaknya kamu perlu lebih peka; ke sekitarmu atau bahkan ke diri kamu sendiri deh.. :)

#11 Jogja Nol Kilometer

Yogyakarta, 24 Januari 2012


Dari G kepada D.

Masih ingatkah kamu salah satu tempat di kota kita itu? Tiga atau empat tahun lalu di sebuah Sabtu malam, kita bergandengan tangan menyusuri sepanjang jalan Malioboro. Masih bicara tentang kita. Lalu berhenti di titik nol kilometer. Duduk di salah satu bangku di sana, lalu masih saling bicara tentang kita. Aku juga masih ingat kamu menggendongku menyeberangi perempatan jalan yang ramai itu.

Dan sekarang siang tadi, aku melewati ruas Jalan Malioboro itu sendirian. Seperti membuka kotak kenangan lama. Ternyata kebersamaanku denganmu di kota ini selama hampir 3 tahun itu telah berakhir. Kini aku dan kamu sama-sama telah meninggalkan kota ini menempuh jalan masing-masing.

Apa kabar kamu? Masih sebaik kota ini kah?


F.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

#10 untitled

Yogyakarta, 23 Januari 2012

Halo, apa kabar? Bagaimana keadaan di sana? Ini sudah bulan kedelapan kamu menetap di sana. Semoga kamu bahagia.

Di sini semua baik-baik saja kok. Meskipun ada yang rasanya kurang setiap aku pulang ke rumah ini. Rumah ini terasa sepi. Banyak hal yang rasanya janggal ketika aku di rumah ini. Mungkin aku belum terbiasa.

Aku cuma mau mengirimkan surat singkat ini, bukti bahwa aku masih ingat padamu. Bahwa kamu masih ada di hati kami. Baik-baik di sana ya..

Maaf, aku lama tak mengunjungimu di rumah barumu. Tapi tenang, aku tak pernah berhenti berdoa untukmu :)


Love,
Cucumu
F.

#6 belasan tahun lalu

Yogyakarta, 19 Januari 2012

Untuk masa kanak-kanakku..

Sudah lewat dari belasan tahun dan tak banyak yang bisa aku ingat. Tapi entah kenapa aku selalu merindukannya. Lebih dari apapun di dunia ini, tentu saja syarat dan ketentuan berlaku hihihi

Kartun di televisi setiap Minggu pagi, menginjak kaki penumpang lain ketika masuk ke angkutan umum, dagu bocor karena berlarian di jalan berbatu, mem-bully sesama teman di sekolah, merecoki guru yang sedang mengajar di kelas, ratusan biji lego berbagai bentuk, kumpulan kartu dari Canasta, ratusan tazoos dari Chiki.

Ah aku merindukan mereka semua. Merindukan senyum yang tak pernah lepas dari wajahku saat itu. Aku merindukan saat dimana menjadi bahagia itu terasa mudah. Tuhan, mungkin jika hidup memiliki tombol backward aku akan memutar hidupku ke saat-saat itu :)


F.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

#5 LIMA

Kotaku, 18 Januari 2012

Sebelum menuliskan tanggal itu aku belum memutuskan untuk siapa surat ini ditulis. Tapi begitu mengingat tanggalnya, aku langsung mengingat kamu. Bukan maksud mau ngitungin, tapi emang dasarnya pasti keinget. Kamu ingat nggak tanggal berapa ini? :)

Apa kabar kamu di sana? Baik kan, Sayang? Aku tahu kamu sebal aku panggil sayang terlalu sering. Tapi sekali ini nggak apa kan? Semoga kamu selalu baik-baik saja ya di sana.

Liburan ini kamu ngapain aja? Paling-paling tidur seharian ya? Hahaha. Hari ini aku masih menemani temanku-yang-satu-itu berjalan-jalan keliling kotaku. Kapan kamu datang ke sini? Tiba-tiba aku ingin mengajakmu juga berkeliling di sini, mengenalkanmu pada kotaku. Kapan-kapan ke sini ya, Sayang.

Di surat ini, aku mau bilang makasih. Makasih aja. Buat ini, itu, buat semuanya. Thank you for everything pokoknya. Nggak usah banyak tanya apa maksudnya. Aku sebal kalau kamu banyak tanya tentang hal-hal seperti ini. Tahu kan sifatku yang satu itu? :p

Hmm…

#4 Buat Tomat

Madiun, 17 Januari 2012

Halo, @hurufkecil.

Semoga kamu tidak keberatan menerima surat dariku. Aku memilih selebtwit secara random nih. Oh iya, kamu selebtwit bukan? Pak pos, tomat selebtwit kan? Anggap saja iya ya?

Hmm, apa ya? Aku cerita kenapa aku follow kamu saja ya? Aku menemukan blogmu terlebih dahulu sebelum akhirnya menemukan kicauanmu. Blogmu super sekali. Tulisan kamu singkat dan asyik dibaca. Jujur, sebenarnya aku dahulu nyaris meng-unfollow kamu. Kenapa? Aku tidak suka dengan caramu menuliskan RT dengan huruf kecil seperti ini: rt. Semacam menyebalkan karena mengingatkanku pada cara menulis perempuan yang telah merebut hati laki-lakiku dulu. (Doh! Malah curhat)

Tapi entah kenapa aku tidak pernah sampai hati menge-klik tulisan unfollow itu. Dan makin lama aku makin jatuh cinta dengan kata-katamu. Catat, dengan kata-kata ya bukan dengan orangnya. Bahwa semua yang kamu tuliskan dengan huruf kecil itu kadang bisa menohokku. Ah pokoknya sering-sering berkicau ya, tomat. Aku suda…

Senja yang Hangat

Akhir-akhir ini senja di Surabaya kerap di guyur hujan, tapi berbeda dengan senja ini. Cuaca tidak begitu panas, tetapi tidak hujan. Bisa aku bilang teduh, tapi hangat.

Senja ini kuhabiskan di salah satu sudut restoran cepat saji. Biarlah junkfood, mungkin bisa menjadikanku cepat gemuk. Aku hanya sendirian, melihat orang lalu lalang, pasangan-pasangan yang bercengkerama, anak kecil yang ceria, dan ada pula yang duduk sendirian; salah satunya aku. (Iya aku sendirian, jangan tanya pacarku. Pacarku yang itu entah nggak ada kabarnya. Pacaran sama guling mungkin :p)

Sesekali aku mengamati orang-orang itu, sesekali menyuapkan satu sendok penuh es krim ke mulutku, dan sesekali memantau timeline. Seperti kata salah satu temanku lewat twitnya, timeline sore ini penuh cinta. Iya memang. Ada tumpukan link surat cinta dan ada banyak sekali "ungkapan cinta" bergerak di timeline. Ah senangnya sore ini ditemani mereka dan satu cup es krim. Terima kasih Tuhan buat sore harinya.

Eh, teman ya…

#3 Siapa Namamu?

Surabaya, 16 Januari 2012

Hey, kamu laki-laki asing.
Tahu kenapa aku menulis surat untukmu? Tiba-tiba aku ingat, di awal tahun yang lalu kita bertemu dan aku mempunyai janji padamu yang belum aku tepati.
Senja yang indah itu tiba-tiba semesta mempertemukan kita. Kamu mulai membuka mulut untuk bicara setelah melihat sebuah kamera yang menyembul keluar dari tasku. Kita larut dalam pembicaraan yang seru sekali di salah satu sudut restoran cepat saji itu kemudian. Tanpa menyadari bahwa kita baru saja bertemu untuk pertama kalinya. Tanpa meyadari bahwa kita tidak saling mengenal. Sayang obrolan kita waktu itu terputus karena ada telepon yang masuk di ponselku, memaksaku untuk pergi. Akhirnya aku harus pamit pergi padamu. Aku sudah berada sepuluh langkah lebih darimu sampai pada akhirnya kamu mengejarku dan mengajakku berkenalan. Aku hanya tersenyum dan bilang, “Kenalannya kapan-kapan aja kalau ketemu lagi,”kemudian aku berlalu.
Setelah hari itu tanpa disangka beberapa hari kemudian kita bertem…

Karena segala sesuatu diciptakan 2 kali..

"Karena segala sesuatu diciptakan 2 kali. Dalam dunia imajinasi, dan dalam dunia nyata." - 2, Donny Dhirgantoro.
Pernah baca buku 5 cm? Kalau pernah pasti tidak asing dengan Donny Dhirgantoro, nah buku simpel berwarna merah menyala dan bertuliskan angka 2 berwarna putih di tengahnya yang baru saja selesai aku baca itu salah satu buku karangan dia, buku keduanya lebih tepatnya.
Sebenarnya sudah sejak beberapa waktu lalu setiap kali aku mampir di toko buku aku ingin sekali membeli buku itu, tapi apa daya pengeluaran untuk Ujian Akhir kemarin membengkak. Doh! Tapi akhirnya dua hari yang lalu waktu aku main-main ke kamar teman satu kos, aku menemukan buku itu di raknya. Alhasil aku pinjamlah buku itu. Dan lumayanlah buat hiburan malam-malam kalau nggak bisa tidur. Dan akhirnya barusan saja setelah habis pulang kehujanan dan mandi, aku melanjutkan membaca buku tersebut.
Hmm, kesan soal buku ini sih ceritanya Indonesia banget. Mengingatkanku keluarga di rumah, yang suka mantengin …

#2 Surat Permohonan Maaf

Surabaya, 15 Januari 2012

Halo, MD.
Apa kabar kamu Mas? Sudah lama sekali kita tidak pernah bertemu. Dua atau tiga tahun lebih sepertinya sejak kita ketemu terakhir.
Kamu masih ingat aku? Sepertinya tidak. Dan semoga saja tidak. Dengan tidak mengingatku maka kamu berarti juga sudah melupakan kesalahanku. Melupakan cekcok kita waktu itu. Lagian waktu itu pertemanan kita terlalu singkat, hanya hitungan bulan.
Entah kenapa hari ini aku tiba-tiba saja ingin menulis surat untukmu. Mungkin karena perkataan seseorang padaku juga, bahwa masalah itu untuk diselesaikan. Orang itu juga selalu mendesakku untuk tidak lari dari masalah–segera menyelesaikannya. Kadang menyebalkan sih, tapi aku tahu dia benar. Eh, kok aku malah jadi curhat ya? Hmm.. Jadi pada intinya hari ini aku menguatkan diri untuk menulis surat ini untukmu. Berharap sedikit kamu membacanya, tapi berharap lebih banyak kamu tidak membacanya.
Nggak seharusnya ya mungkin dulu aku marah ke kamu. Toh waktu itu juga bukan kesalahanmu, bukan …

#1 Kepada Hujan

Surabaya, 14 Januari 2012

Halo, Hujan..

Akhir-akhir ini aku tahu kamu sering menyapaku, menemani disetiap kegundahanku. Lewat suaramu yang merdu, lewat wangimu yang harum, lewat warna langitmu yang kelabu—warna favoritku!

Aku tahu kadang rindumu pada bumi tak terbendung. Aku tahu kamu juga salah satu teman terbaikku. Aku tahu bahwa Desember dan Januari adalah waktu-waktu dimana kamu akan selalu ada untukku, banyak meluangkan waktu untukku.

Tapi terkadang, kamu datang di saat tak tepat. Dan terkadang kamu datang dengan terlalu bersemangat. Terkadang kamu menghanyutkan, terkadang kamu menyakiti, dan terkadang.. ugh, kamu menggagalkan rencanaku.

Meskipun begitu aku tetap menyayangimu, memujamu dan mensyukuri perhatian lewat tetes-tetes yang kamu turunkan. Tapi bisakah kita lebih kooperatif lagi? Bolehkah aku minta satu hal? Jadilah hujan yang manis, dengan begitu kita akan tetap dan selalu bersahabat.. ;)


Peluk cium,
Sahabat yang selalu mengagumimu.

Untitled.

Ada waktu dimana kamu bisa bertahan buat nggak meluapkan semuanya, menekannya dan memasukkan dalam hatimu yang kecil.

Tapi pada akhirnya hasil pemaksaanmu untuk menyimpan hal-hal itu dalam-dalam malah terlalu menekannya dan lalu mereka malah meluap tumpah ruah..

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Catatan Lain Tentang Hujan

Sore ini kota kita diguyur hujan, lalu perlahan kenangan akan kita terputar kembali dalam layar yang membias di balik hujan..



Rintik hujan sore ini seperti untaian rindu yang tak kunjung habis. Intensitasnya sama, tetapi frekuensinya lama. Seperti rinduku padamu..



Aku berharap jarak nyata di antara kita tak seberapa jauh. Lalu aku bisa menghambur ke pelukmu ketika hujan seperti ini.



Atau ketika hujan turun disaat kita pulang kencan, kita akan berhenti di pinggiran jalan depan toko-toko yang sudah tutup. Lalu kita akan memandangi hujan, menunggu ia reda.



Di sore seperti ini bila hujan turun dimanapun kamu berada, itu berarti rinduku padamu telah tak tertahankan, sama seperti rintik hujan itu..



9 januari 2012 - 06.44 pm

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

When I'm bored

I'm Back

Hello world! Rasanya udah lama banget aku nggak nulis di blog. Apa kabar awal 2012 kalian? Menyenangkan? Menyedihkan? Menggalaukan? Penuh ujian? Nah kalau yang terakhir sih aku banget. Yep! Baru di awal tahun aku udah merasakan hal yang sempat nggak enak. Tapi yaaah, untuk tahun baru punya semangat baru jadi nggak seberapa aku pikirin sih.
Next dari Rabu kemarin sampai Senin kemarin ini aku barusan menempuh Ujian Akhir Semester. Somehow aku merasa nggak pernah segagal ini dalam ujian, aku merasa hancur banget semester ini. Nggak maksimal blas di semua mata kuliah. Rasanya kaya nggak dapat apa-apa. Nyesel banget sejak September berarti aku menyia-nyiakan waktuku. Tapi ya udahlah. Udah kelewat, setidaknya aku masih bisa menyadari ketidakproduktifanku semester ini. Setidaknya ada yang masih bisa aku evaluasi dari diriku sendiri. Dan harus jadi semangat buat maju dong ya? ;)
I'm back! Yak, kayaknya habis ini aku akan jadi lebih sering posting lagi, entah di sini atau di  blog yang ini. …