Skip to main content

Catatan Lain Tentang Hujan

Sore ini kota kita diguyur hujan, lalu perlahan kenangan akan kita terputar kembali dalam layar yang membias di balik hujan..



Rintik hujan sore ini seperti untaian rindu yang tak kunjung habis. Intensitasnya sama, tetapi frekuensinya lama. Seperti rinduku padamu..



Aku berharap jarak nyata di antara kita tak seberapa jauh. Lalu aku bisa menghambur ke pelukmu ketika hujan seperti ini.



Atau ketika hujan turun disaat kita pulang kencan, kita akan berhenti di pinggiran jalan depan toko-toko yang sudah tutup. Lalu kita akan memandangi hujan, menunggu ia reda.



Di sore seperti ini bila hujan turun dimanapun kamu berada, itu berarti rinduku padamu telah tak tertahankan, sama seperti rintik hujan itu..



9 januari 2012 - 06.44 pm

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Comments

Popular posts from this blog

First Trip ke Malang Naik Motor :D

Fuh fuh fuh.. *niupin debu yang mulai menaburi dashboard saking lamanya nggak posting*

Heeem, sebenernya di draft-ku masih ada satu postingan yang pengen aku share soal malam sebelumnya cerita gue ini. Mau nonton "?" ke TP tapi motornya Persy macet di jalan gara-gara kehabisan bensin. Jadilah aku sama dia harus nuntun motor hampir 1 kilo :|. Cumaaa entah kenapa aku lebih excited buat cerita soal yang satu ini. Yaaak, setelah 2 bulan nggak pulang ke Jogja dan sekitar 3-4 bulanan nggak ke Malang, akhirnya Jumat kemaren aku diajakin kedua ceman labilku jalan-jalan ke Malang. Yak, dua teman dalam perjalananku kali ini adalah Rizqi dan Fanani, untuk selanjutnya ntar aku sebut pake inisial aja deh ya.
Eh ke Batu lebih tepatnya, eh tapi tadi itu udah Batu coret ding itu udahan! *labil* 
Pagi-pagi jam 7.20-an aku dapet SMS dari R ngajakin ke Malang, malem sebelumnya udah janjian kalo jadi emang mau ke Malang hari itu. Aku langsung mandi, siap-siap, nimbrung Persy sarapan, terus dijemp…

Nggerus

Nggerusadalah perasaan ketika sesuatu yang kita pengen ternyata malah jadi milik orang lain. Juga ketika kita merasa hati kita udah berkeping-keping tapi nggak ada yang bisa kita lakukan untuk membuatnya utuh kembali. Dan yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu. Menunggu sampai waktu bisa menyembuhkan, menunggu hingga ada seseorang yang bersedia memungut kembali kepingan hati kita lalu menyatukannya.

Pemandangan Senja

Senja selalu menyisakan banyak cerita
Aku dan kamu kali ini disenja yang sama
Senja di penghujung hari kelima dalam rentetan pekan
Menatap wajahmu ditemaram senja
Merasakan tawamu yang mengalun meninggalkan jejak nestapa
Iya, aku masih terbawa dengan suaramu
Aku masih terhanyut tatapanmu

Dan ketika senja mulai beranjak malam,
aku sadar bahwa hanya pesona ragamu yang masih tersisa

Kamu telah menjelma menjadi orang lain yang tidak belum aku kenal..


25 Maret 2011 & 15 April 2011 :)