Kamu dan Hujan

11:16 PM

Sambil masih menyisakan tanggungan 200 kata untuk paper Filsafat Manusia, analisis deskriptif untuk Tes Prestasi dan 3 tanggungan belajar untuk sisa UAS, aku mencuri waktu. Mencuri waktu untuk melamun. Apalagi setelah hujan seperti ini, bau tanah selepas hujan yang selalu membuatku mendadak mellow. Mendadak ingin mendengarkan Desember-nya Efek Rumah Kaca, Singing In The Rain-nya  Jamie Cullum, It's Raining Outside-nya Soko, lalu Mesin Penenun Hujan-nya Frau dan Hujan Bulan Juni-nya Reda & Tatyana (ini puisinya Sapardi Djoko Damono yang dimusikalisasi ). Mendadak mengingat hal macam-macam, kamu, orang-orang sebelum kamu, masa-masa kecilku, atau sekedar mengingat serunya sahabat-sahabatku; random.

Dibilang sedang memikirkan kamu juga nggak sebenarnya, mengingat yang lain apalagi. Kita telah terlalu lama seperti ini, lebih tepatnya aku, aku telah terlalu lama seperti ini. Aku sudah sering diam-diam melihatmu ketika sedang bersamamu, duduk di sampingmu dalam diam (okay untuk yang satu ini biasanya kamu dahulu yang mengambil posisi di sebelahku), sesekali tersenyum melihat tingkah konyolmu dan sesekali pula mencelamu, selebihnya aku diam. Diam dengan banyak sekali hal yang bergumul dalam otakku. Baiklah, itu menggelikan sekali. Tapi memang dari dulu itu yang sering aku lakukan dan meskipun sadar itu menggelikan aku tetap melakukannya. Hahaha..

Entahlah tadi aku masih melakukan hal konyol itu atau tidak. Lagi-lagi karena sudah terbiasa; aku bahkan tidak menyadari lagi ritual itu. Masih merupakan ritual atau hanya sekedar kebiasaan atau.. sudah terjadi proses extinction? *mulai meracau*

You Might Also Like

0 comment(s)

Silahkan komen :)