Pejalan Kaki

2:49 AM

Musim kini tak mampu ditebak lagi. Langit semakin pandai menyembunyikan pedihnya, meskipun kadang meledak lalu tumpah ruah dan menjadikan sengsara. Tapi tak taukah kau bahwa langit menyimpan kedukaan dibalik panasnya yang menyengat, dan ia sudah berusaha sekuat mungkin menahan air matanya. Mungkin yang tau akan hal ini hanya para pejalan kaki. Kulitnya terbakar ketika langit menyengat, seakan menyampaikan lukanya dalam hal yang berbeda. Kemudian pejalan kaki itu akan basah kuyup, merasakan dingin air yang menimpanya lalu perlahan merendam kakinya di kubangan-kubangan kecil atau terciprat air dari roda-roda kendaraan. Air yang jatuh karena luka langit belum juga sembuh atau semakin parah dan tak mampu lagi menahan sakitnya.

Ada hal-hal yang terkadang perlu kepekaan rasa untuk melihatnya..


Surabaya, 09 Februari 2013 - 02.48
Kamar kosan, lagi nggak bisa tidur.
F.

You Might Also Like

0 comment(s)

Silahkan komen :)