Ingkar

7:45 PM

Gerimis ini mengingatkanku padamu, cerita lamaku yang tak akan pernah aku lupakan. Malam itu di teras depan rumahku.

'Besok pas kuliah mau ngambil apa, Nduk?' tanyamu tiba-tiba.
'Gak tau. Pengennya kedokteran. Kamu, Jake?' kataku bimbang, toh aku masih kelas dua SMA.
'Mau jadi dokter anak ya?' tanyamu, menanggapiku dengan serius pernyataanku.
'Iya,' jawabku sedikit tersipu.
'Kamu pengen aku jadi apa?' tanyamu padaku, serius.
'Jadi apa aja terserah, asal jangan jadi orang jahat.'
Kamu hanya tertawa, tawa yang begitu lepas. Tawa yang membuatku ikut tertawa, sama lepasnya..
'Aku mau jadi diplomat. Ya minimal pejabat DPR lah,' katamu dengan gayamu yang sok seperti biasa.
'Boleh-boleh, asal jangan jadi anggota DPR yang tidur pas rapat,' candaku.
'Kalo jadi anggota DPR yang punya istri banyak?' tanyamu tengil.
Waktu itu memang sedang ada skandal anggota DPR yang berhubungan dengan istri kedua. Errr.. Atau soal video mesum, entahlah aku lupa.
'Oh jadi gitu, perlu dibukain pintu pagar?' kataku pura-pura ngambek.
'Tega ya kamu ngusir aku?' tanyamu sok dramatis.
Aku dan kamu tertawa bersama. Menertawakan opera sabun dadakan kita.
'Eh, by the way, aku emang punya impian terpendam buat jadi istri pejabat apa staff kedubes lho, syukur-syukur kedubesnya,' kataku malu-malu.
'Yaudah, pas kan? Aku nanti masuk HI, kamu masuk Kedokteran,' katamu sambil mengusap kepalaku.
Aku tak menyangka itu adalah obrolan serius kita yang terakhir. Obrolan tentang masa depan kita. Obrolan yang masih aku kenang meskipun telah lewat dua tahun, meskipun kamu telah tiada..

Maafkan aku yang tak bisa menepati janjiku, sama seperti kamu yang tak menepati janjimu juga..



Stasiun Kotabaru, Malang
2 Januari 2011 -- 19.39

You Might Also Like

1 comment(s)

Silahkan komen :)