Skip to main content

Posts

Tanya

Sekali. Penghujung desember. Tanpa mendung, tanpa hujan, datanglah banjir. Semua tak terbendung. Kamu pergi tanpa kata. Tanpa janji untuk kembali. Dua kali. Tanpa kata kita berbagi dan tanpa kata pula kamu membagi. Lalu perlahan kamu menyingkirkanku. Tiga kali. Seperti kata-kata diantara kita telah habis. Tak ada sisa. Lalu toples itu tergeletak begitu saja. Kita sama-sama enggan mengaku. Tiga kali aku ditinggalkan tanpa kata. Tiga kali dan aku tak bisa menjawab semua tanya, mengapa? Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Psikologi Humanistik : Sejarah dan Kedudukan

PENDEKATAN HUMANISTIK Oleh: Farida A. R. (1101911019) | Tasya A. (110911040) | Riris M. S. (110911054) Nadya A. (111011083) | Oktovoni S. (111011124) | Agustin N. (111011158) Kedudukan dan Kritik Psikologi Humanistik Atas Pendekatan yang Ada dalam Psikologi Psikologi humanistik menekanan pada pengalaman kesadaran. Artinya keseluruhan kondisi alami dan perilaku manusia fokus pada: ”free will” , spontanitas, dan kekuatan kreatif manusia. Mereka menentang psikoanalis yang menyatakan bahwa perilaku manusia ditentukan oleh dorongan biologis, pengalaman masa lalu, dan diatur oleh kekuatan ketidaksadaran. Bagi para penganut aliran humanistik, kesadaran adalah sesuatu yang spontan, bebas, dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, kini dan masa depan. Kritik juga ditujukan pada kaum behavoristik yang menganggap manusia seperti hewan yang fungsinya ditentukan oleh respon terhadap lingkungan. Psikologi humanistik juga mengkritik ilmu psikologi yang pembahasannya terlalu berfokus pa...

to understand

"If you should try to understand me through the eyes of your experience, your only understanding will be misunderstanding. For we have walked different paths and have known different fears. And that which bring you laughter just might bring me tears. So if you can learn to accept me and the strange things I say and do, maybe through your acceptance. You will gain understanding." (Anonim) Slide Pengantar Kuliah Pengelolaan Manusia Dalam Organisasi Surabaya, 27 Februari 2012 - 11.01 Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Perjalanan

Dalam sebuah perjalanan kita akan menemukan banyak hal, banyak orang, banyak pengalaman. Sesingkat apapun perjalanan itu.. Seperti di sebelah kiri. Sebuah keluarga dengan tiga orang anak, anak lelaki sekitar 15 tahunan, anak perempuan 11 atau 12 tahunan dan seorang anak lelaki mungil berusia 3 atau 4 tahun. Anak sulung dan anak tengahnya bercengkerama dengan permainan mereka sendiri. Sesekali tergelak lalu kembali bermain. Sedangkan si bungsu sibuk ingin tahu ini dan itu. Setiap ada pedagang asongan lewat, mereka akan menghentikannya. Entah untuk sebotol air mineral, segelas es teh dan kopi, seporsi nasi goreng, kipas atau gantungan kunci sekalipun. Mereka akan berkumpul lalu mendiskusikan keinginan mereka. Sekilas mereka tampak seperti keluarga yang menyenangkan. Lalu mari kita beralih ke bapak-bapak berbadan tegap yang duduk di bangku depan. Ia selalu terlelap sepanjang perjalanannya (yang hanya seperempat perjalanan ini). Sesekali memang ia terhenyak, oleh suara penga...

Pejalan Kaki

Musim kini tak mampu ditebak lagi. Langit semakin pandai menyembunyikan pedihnya, meskipun kadang meledak lalu tumpah ruah dan menjadikan sengsara. Tapi tak taukah kau bahwa langit menyimpan kedukaan dibalik panasnya yang menyengat, dan ia sudah berusaha sekuat mungkin menahan air matanya. Mungkin yang tau akan hal ini hanya para pejalan kaki. Kulitnya terbakar ketika langit menyengat, seakan menyampaikan lukanya dalam hal yang berbeda. Kemudian pejalan kaki itu akan basah kuyup, merasakan dingin air yang menimpanya lalu perlahan merendam kakinya di kubangan-kubangan kecil atau terciprat air dari roda-roda kendaraan. Air yang jatuh karena luka langit belum juga sembuh atau semakin parah dan tak mampu lagi menahan sakitnya. Ada hal-hal yang terkadang perlu kepekaan rasa untuk melihatnya.. Surabaya, 09 Februari 2013 - 02.48 Kamar kosan, lagi nggak bisa tidur. F.

Merasa

instagram : prdnk Saya selalu menganggap bahwa kehidupan itu semacam level pada sebuah permainan. Semakin tinggi level pada game  tersebut maka akan semakin tinggi tingkat kesulitannya, dan terkadang akan semakin lama waktu yang kita butuhkan untuk menyelesaikan level tersebut. Begitu juga dengan hidup, bahwa semakin dewasa kita, semakin sulit atau semakin berkembang juga permasalahan yang kita hadapi dan semakin lama pula kita  butuh waktu untuk menghadapi permasalahan tersebut. Terkadang di tengah permainan kita akan menyerah karena tidak dapat menyelesaikan satu level, begitu juga di hidup. Kita mungkin pernah atau bahkan sering menemukan kenyataan bahwa kita stuck  pada sebuah permasalahan dan rasanya ingin menyerah saja. Tetapi bagi saya, sebenarnya itu-lah seni dari hidup. Saya mungkin sekarang sedang stuck  di level ini, entah level berapa. Rasanya saya sedang ada di posisi yang tidak menguntungkan. Nyaris kalah. Atau mungkin sudah berulang kali kal...

Here I am

Halo! Sudah menginjak hari ke-14 di bulan Januari. Sore yang basah. Langit menumpahkan rindunya pada bumi, beberapa hari tidak bertemu. Iya, beberapa hari Surabaya panas gersang tidak hujan; atau aku yang tidak bertemu dengan hujan akhir-akhir ini ya? Entahlah. Yang jelas bagiku beberapa hari terakhir Surabaya tidak hujan, atau setidaknya tidak sehujan hari ini. Baiklah, kita abaikan saja perdebatan masalah hujan di Surabaya ini. Perdebatan tentang hujan di atas sepertinya sudah menggambarkan betapa berantakan dan kacaunya otak saya akhir-akhir ini. Carut-marut. Belakangan ini banyak hal yang mengganggu pikiran saya, dari mulai UAS, lalu nasib saya yang sudah semester uzur tapi bahkan belum bergelut dengan skripsi, lalu masalah interpersonal saya. *curhat* Lalu minggu-minggu awal ini saya sudah dikasih sakit, gejala typhus . Sisa-sisa capek tahun 2012, sisa-sisa banyak pikiran tahun lalu, sisa-sisa keberantakan hidup saya tahun sebelumnya. Tapi alhamdulillah semua sudah baik-b...