Skip to main content

Posts

It's Not Easy

I wish that I could cry Fall upon my knees Find a way to lie 'Bout a home I'll never see Five For Fighting - It's Not Easy (Superman) Hidup memang selalu membawa misterinya tersendiri. Aku bahkan tidak pernah menyangka aku akan sampai pada titik sekarang ini. Titik di mana aku ingin menyerah kepada sesuatu yang bahkan aku kehendaki sendri. Kepada sesuatu yang pernah terpikirkan bahwa hal itu adalah baik untukku. Kepada semua kebetulan yang membawaku sampai sejauh ini. Barulah aku tersadar bahwa aku juga masih normal, masih bisa merasakan pedih, masih bisa jatuh. Aku mungkin pernah terlalu percaya diri sampai melupakan seberapa aku tinggi terbang dan seberapa nanti aku sakit bila terjatuh. Kini aku sedang dalam perjalanan menukik ke bawah, sambil memejamkan mata yang terkadang mencuri pandang. Memberanikan diri untuk jatuh lalu entah kapan bangkit, atau berjuang sekuat tenaga untuk mengepakkan sayap dan kembali terbang. Semuanya mungkin akan ...

Mimpi

Kamu meninggalkanku bersama mimpi-mimpi yang kita bangun bersama. Mungkin kamu telah lupa, mungkin kamu telah punya mimpi-mimpi baru. Mungkin juga kamu telah mencapai mimpi-mimpi kita, tetapi bukan bersamaku. Aku tidak pernah menyalahkan kepergianmu. Toh, dengan kepergianmu aku menyadari satu hal, bahwa mimpi adalah hal yang begitu hebat. Bahkan mimpi-mimpi yang kita bangun bersama (dulu) itulah yang menghidupiku. Mungkin salahku, atau mungkin tidak ada yang bisa disalahkan dari keadaan yang kita lalui dulu. Hanya saja waktu itu kita dihadapkan pada sebuah cabang jalan di mana aku dan kamu memilih jalan yang berbeda. Sulit pada awalnya menyusuri jalanan sendirian. Aku sempat terjatuh, terjerembab dan rasanya ingin selalu berbalik arah kepada kamu. Sampai pada satu titik aku sadar, bahwa aku harus memaksa diriku pada satu batas tertentu agar aku tidak lagi menengok ke belakang, meratapi nasib, atau mengharapkan kamu kembali. Jika biasanya aku selalu berjudi dengan segala ke...

Day 4: Fabel

Di tanah kami, banyak sekali tikus yang menyerang Tikus-tikus itu tidak lagi berkeliaran di ladang Tak lagi takut jika hanya ditendang Tikus-tikus itu punya suara yang lantang Tikus-tikus itu sekarang berpakaian rapi dan berdasi Tikus-tikus itu berperut buncit, mungkin kebanyakan makan nasi Mereka tak perlu menunggu gelap untuk beraksi Karena mereka tak lagi takut sanksi Tikus-tikus itu mengendarai mobil mewah Tikus-tikus itu mempunyai harta berlimpah Mereka mencuri dan menjarah Lalu kami hanya bisa menahan amarah Tikus-tikus itu tidak dapat dibasmi Salah-salah malah kami yang dihakimi

Day 3: Kain

Pagi itu Nadia dibangunkan oleh suara batuk nenek yang tak kunjung berhenti. Sudah lebih dari satu minggu beliau tidak pernah berhenti terbatuk-batuk. Tidurnya pasti tidak nyenyak. Matahari belum menunjukkan rupanya, tapi Nadia sudah harus segera bersiap untuk berangkat. Setelah menunaikan kewajiban paginya, Nadia pun mengambil perlengkapan, mengenakan sandal jepit tua yang Nadia temukan ketika bekerja kemarin. Nadia berpamitan pada nenek, mencium tangannya yang sudah menua. Tangannya lemah dan dingin. “ Nenek pasti kedinginan setelah mengambil air wudhu tadi ”, batinnya. Sejak kecil Nadia diasuh oleh nenek. Tujuh tahun yang lalu sewaktu ibu nya hamil besar, ayah nya merantau ke Jakarta berharap nasib mereka membaik. Dua tahun kemudian setelah tidak pernah ada kabar dari Ayah nya , Ibu nya menyusul Ayah ke Jakarta. Ibu nya pun ikut hilang ditelan bumi. Tinggalah Nadia dan nenek. Sejak nenek sakit-sakitan tahun lalu, Nadia tidak tahan lagi. Semakin hari batuk nenek tidak kunj...

Day 2: Alien

Aku berusaha membuka mataku perlahan. Mataku terasa berat, seperti sebongkah batu bergantungan di kedua kelopak mataku. Silau. Itu kesan pertama yang aku rasakan ketika mataku berhasil terbuka sedikit demi sedikit. Aku mengerjapkan mata dengan lemah. Sekali. Dua kali. Tiga kali. Hingga pandanganku tidak lagi kabur. "Di mana aku?" Itu pertanyaan pertama yang terlintas setelah aku tidak mampu mendefinisikan sekelilingku. Aku terbaring di sebuah ranjang di tengah ruangan serba putih. Ketiga temboknya berwarna putih. Satu tembok tampaknya sebuah kaca besar yang gelap. Di sebelah kaca besar itu terdapat sebuah pintu berwarna putih. Aku berusaha mengingat mengapa aku bisa terdampar di ruangan ini. Aku perlahan bangkit dari tempat tidurku. Rasa nyeri menyergap tangan kananku ketika aku menggunakannya untuk menopang badanku. Ada beberapa lebam dan goresan rupanya di tubuhku. Mengapa aku bisa sampai di sini? Aku sedang berada di ruangan kerjaku. Penelitian-penelitian. C...

Day 1: Tas

Pagi itu aku sedang menikmati secangkir cappuccino hangat di kedai kopi Bandara ketika seorang laki-laki tiba-tiba menghampiriku. “Mau naik atau baru turun?” tanya laki-laki tersebut sambil mengambil tempat duduk di hadapanku. “Hah?” tanyaku kaget. Laki-laki itu mengarahkan pandangan dan menunjuk ke arah backpack yang aku letakkan di samping kursiku. “Turun,” jawabku. “Sudah saya tebak. Boleh saya duduk di sini?” tanya laki-laki itu lagi sambil tersenyum. Ia sudah duduk di hadapanku sejak beberapa detik yang lalu, tapi baru bertanya, “Aneh,” batinku. “Sudah duduk baru bertanya. Interesting ,” jawabku sambil balik melempar senyum. Aku mengamati laki-laki itu, usianya mungkin sama denganku. Ia mengenakan kaus berkerah berwarnah maroon , celana jeans, sepatu sport , dan membawa sweater abu-abu. Tas yang ia pakai adalah daypack . Aku bertaruh dia hanya membawa segelintir pakaian dan sebuah laptop. Tampaknya ia baru pulang dari perjalanan dinas. Di balik wajahnya yang ra...

Catatan Pertama di 2015

Halo. Mungkin ini posting pertama gue di tahun 2015 ini. Baru awal tahun dan gue udah kaya ditampar telak sama beberapa hal belakangan ini. Gue merasa tahun ini bakalan banyak memberikan perubahan buat gue, dalam segala hal. Semoga sih perubahan ke arah yang lebih baik :) Terlepas dari beberapa hal yang menampar gue itu. Banyak hal yang bikin gue happy . Salah satu hal yang bikin gue happy di awal tahun ini adalah keluarga besar gue yang di Jogja yang jadi makin kompak dan sudah mulai bisa move on dari kehilangan tahun lalu. Beberapa kali kami jalan-jalan bareng atau sekedar dinner bareng, dan hampir setiap weekend kumpul-kumpul. Selain soal keluarga juga soal teman-teman, walaupun gue jauh secara fisik dari orang-orang yang telah mengisi hidup gue 5,5 tahun terakhir, gue masih dekat aja sama mereka. Mereka tetap selalu ada dan bisa diandalkan. I love you, guys :D Daaan hal yang paling menyenangkan sih sebenarnya, gue diterima di salah satu perusahaan yang oke. Gu...